Polisi Ungkap Kebiasaan Pelaku Pembunuhan Siswi SD di Makassar Sebelum Beraksi
MAKASSAR, TEKAPE.co – Kepolisian mengungkap kasus kematian tragis seorang anak perempuan berusia 12 tahun di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Korban berinisial NJ ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong pada momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Korban yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area toilet rumah tak berpenghuni di Kelurahan Tallo.
BACA JUGA: Pelaku Pembunuhan Siswi SD di Makassar Ditangkap Tak Jauh dari Lokasi Kejadian
Penemuan jasad korban sontak menggegerkan warga sekitar.
Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan intensif.
Tim gabungan dari Resmob Polda Sulawesi Selatan dan Jatanras Polrestabes Makassar kemudian mengamankan seorang pria berinisial IK, 19 tahun, yang diduga sebagai pelaku.
BACA JUGA: Polisi Ringkus 5 Pelaku Pengeroyokan di Bulukumba, Korban Ditusuk Gunting
IK diketahui merupakan tetangga korban. Ia ditangkap di kediamannya tanpa melakukan perlawanan berarti.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.
Arya menyebut tindakan yang dilakukan pelaku sebagai perbuatan yang sangat keji.
“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Korban meninggal dunia akibat tindakan yang sangat biadab,” kata Arya saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Rabu (27/5/2026).
Arya menuturkan, perbuatan IK bukan semata penganiayaan, melainkan pembunuhan berencana yang diduga diawali tindak kekerasan seksual terhadap korban.
“Korban baru berusia 12 tahun. Peristiwa ini sangat menyedihkan dan mengguncang rasa kemanusiaan kita,” kata Arya.
Sehari sebelum jasadnya ditemukan, orang tua NJ diliputi kecemasan setelah anak mereka tak kunjung pulang hingga larut malam. Padahal, korban biasanya sudah berada di rumah sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 Wita.
Arya mengatakan, keluarga korban sempat mencari NJ ke sejumlah tempat, namun tidak menemukan hasil.
“Orang tuanya mencari ke mana-mana. Sampai pukul 02.30 dini hari mereka pulang tanpa menemukan korban,” ujar Arya.






Tinggalkan Balasan