Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Polisi Ringkus 5 Pelaku Pengeroyokan di Bulukumba, Korban Ditusuk Gunting

Tim Resmob Polres Bulukumba mengamankan lima terduga pelaku penganiayaan di kawasan Pantai Merpati, Bulukumba, Rabu dini hari (27/5/2026). (ist)

BULUKUMBA, TEKAPE.co – Tim Resmob Polres Bulukumba menangkap lima pemuda yang diduga terlibat kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar di Jalan WR Monginsidi, Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Kelima terduga pelaku diamankan pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 02.30 Wita di kawasan Pantai Merpati atau Kolam Labuh Bulukumba.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Andi Imran Hamid mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan warga terkait aksi pengeroyokan yang terjadi dini hari.

BACA JUGA: Pelaku Pembunuhan Siswi SD di Makassar Ditangkap Tak Jauh dari Lokasi Kejadian

“Terduga pelaku IR mengakui melakukan penikaman terhadap korban menggunakan sebilah gunting, sementara terduga pelaku lainnya ikut melakukan pemukulan,” ujar Andi Imran Hamid, Kamis (28/5/2026).

Korban diketahui berinisial MA (23), warga Jalan WR Monginsidi, Kecamatan Ujung Bulu. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar di bagian wajah dan tangan, serta luka tusuk dan gores di bagian dada dan perut.

Sementara lima terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial IR (18), MGAF (16), MR (19), RR (16), dan FAM (16). Mereka berasal dari Kecamatan Ujung Bulu dan Gantarang, Bulukumba.

BACA JUGA: Kalapas Bollangi Ungkap Detik-detik Demo Ricuh, Kaca Layanan hingga Kursi Dirusak

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.50 Wita. Polisi menyebut korban diduga dikeroyok secara bersama-sama oleh para pelaku.

Berbekal informasi dari warga, Tim Resmob yang dipimpin Aiptu Muh Usman langsung melakukan penyelidikan. Polisi kemudian mengetahui lokasi keberadaan para pelaku dan segera melakukan penangkapan.

Kelima pelaku diamankan tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Posko Resmob Polres Bulukumba untuk pemeriksaan awal.

Dari hasil interogasi, polisi mengungkap motif sementara penganiayaan dipicu kesalahpahaman.

Menurut pengakuan IR, dirinya sebelumnya sempat mendapat ancaman dari seseorang tak dikenal menggunakan busur dan mengaku sebagai warga di sekitar lokasi kejadian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini