Goa Mampu, Jejak Legenda 7 Kampung Terkutuk di Bone, Rekomendasi Liburan Lebaran 2026
BONE, TEKAPE.co – Jika Anda mencari destinasi liburan Lebaran 2026 yang tak sekadar indah, tetapi juga sarat cerita, maka Gua Mampu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, layak masuk daftar perjalanan Anda.
Terletak di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, sekitar 35 kilometer dari Kota Watampone, Gua Mampu menawarkan pengalaman wisata yang berbeda.
Akses menuju lokasi terbilang mudah, dengan jalanan beraspal yang dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, petualangan sesungguhnya baru dimulai saat Anda tiba di mulut gua.
Dari luar, mulut Gua Mampu tampak kecil dan sederhana. Tapi siapa sangka, di balik celah sempit itu tersimpan ruang luas yang megah, seolah membuka dunia lain di dalam perut bumi.
Untuk menjelajahinya, pengunjung perlu menyiapkan alat penerangan seperti senter atau obor.
Gua seluas kurang lebih 2.000 meter persegi ini memiliki tujuh tingkatan, masing-masing menyimpan keunikan tersendiri.
Dinding-dindingnya dihiasi batuan alami dengan bentuk yang menyerupai manusia, hewan, bahkan benda-benda tak terduga.
Salah satu pengunjung, Abidin Arief, mengaku terkesima saat pertama kali masuk ke dalam gua.
“Dari luar terlihat kecil, tapi di dalam luar biasa. Ada batu berbentuk buaya dan kapal, itu yang paling bikin penasaran. Bagaimana bisa ada di dalam gua seperti ini,” ujarnya.
Tak hanya formasi batu yang unik, di bagian tengah gua juga terdapat dua makam kuno yang dipercaya sebagai makam penjaga dan seorang raja. Keberadaan makam ini semakin menambah nuansa mistis, sekaligus historis yang menyelimuti Gua Mampu.
Lebih dari sekadar objek wisata alam, Gua Mampu juga lekat dengan legenda yang hidup di tengah masyarakat Bone.
Dikutip dari lama resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Bone, dispar.bone.go.id gua ini diyakini sebagai sisa dari sebuah kerajaan kuno bernama Kerajaan Mampu.
Konon, kerajaan tersebut terdiri dari tujuh desa yang hidup dalam kemakmuran. Dipimpin oleh La Oddang Patara bersama permaisurinya, La Wellellu, kerajaan ini memiliki seorang putri bernama Appung Ellung Mangenre yang dikenal anggun dan tak pernah menyentuh tanah.
Namun, kisah berubah tragis ketika sang putri mengingkari janjinya sendiri. Suatu hari sang putri sedang menenun, tapi tanpa dia sengaja menjatuhkan alat tenunnya di tanah, dan dia malas turun mengambilnya.
Sang putri pun berteriak dan berkata: “Siapa yang bisa mengambil alat tenunku di tanah, jika dia laki-laki akan saya jadikan suamiku, dan jika dia perempuan akan saya jadikan saudaraku”.
Tapi tak seorang pun yang mendengarkan teriakan sang putri, kecuali anjing jantan liar. Melihat itu, sang putri pun mengingkari janjinya.
Dalam cerita yang dipercaya masyarakat, kutukan pun terjadi, mengubah seluruh kerajaan beserta isinya menjadi batu. Itulah sebabnya, banyak formasi batu di dalam gua menyerupai manusia dan hewan.
Cerita legenda ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang. Tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga merasakan nuansa sejarah dan mitos yang menyatu dalam satu lokasi.
Dengan kombinasi antara petualangan, keindahan alam, dan kisah legenda yang kuat, Gua Mampu menjadi destinasi yang cocok untuk mengisi libur Lebaran bersama keluarga maupun sahabat.
Jadi, jika Anda ingin merasakan sensasi berbeda saat liburan, tak ada salahnya menjadikan Gua Mampu sebagai tujuan. Siapkan senter Anda, dan bersiaplah menyusuri jejak legenda yang tersembunyi di dalam gelapnya perut bumi. (up)





Tinggalkan Balasan