Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Polisi Ungkap Kebiasaan Pelaku Pembunuhan Siswi SD di Makassar Sebelum Beraksi

Polisi menggiring terduga pelaku pembunuhan siswi SD berinisial NJ saat penangkapan di kawasan Tallo, Makassar, Rabu (27/5/2026). (ist)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Kepolisian mengungkap kasus kematian tragis seorang anak perempuan berusia 12 tahun di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Korban berinisial NJ ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong pada momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Korban yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area toilet rumah tak berpenghuni di Kelurahan Tallo.

BACA JUGA: Pelaku Pembunuhan Siswi SD di Makassar Ditangkap Tak Jauh dari Lokasi Kejadian

Penemuan jasad korban sontak menggegerkan warga sekitar.

Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan intensif.

Tim gabungan dari Resmob Polda Sulawesi Selatan dan Jatanras Polrestabes Makassar kemudian mengamankan seorang pria berinisial IK, 19 tahun, yang diduga sebagai pelaku.

BACA JUGA: Polisi Ringkus 5 Pelaku Pengeroyokan di Bulukumba, Korban Ditusuk Gunting

IK diketahui merupakan tetangga korban. Ia ditangkap di kediamannya tanpa melakukan perlawanan berarti.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

Arya menyebut tindakan yang dilakukan pelaku sebagai perbuatan yang sangat keji.

“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Korban meninggal dunia akibat tindakan yang sangat biadab,” kata Arya saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Rabu (27/5/2026).

Arya menuturkan, perbuatan IK bukan semata penganiayaan, melainkan pembunuhan berencana yang diduga diawali tindak kekerasan seksual terhadap korban.

“Korban baru berusia 12 tahun. Peristiwa ini sangat menyedihkan dan mengguncang rasa kemanusiaan kita,” kata Arya.

Sehari sebelum jasadnya ditemukan, orang tua NJ diliputi kecemasan setelah anak mereka tak kunjung pulang hingga larut malam. Padahal, korban biasanya sudah berada di rumah sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 Wita.

Arya mengatakan, keluarga korban sempat mencari NJ ke sejumlah tempat, namun tidak menemukan hasil.

“Orang tuanya mencari ke mana-mana. Sampai pukul 02.30 dini hari mereka pulang tanpa menemukan korban,” ujar Arya.

Beberapa jam kemudian, kabar buruk itu datang. Sekitar pukul 05.00 Wita, NJ ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong yang telah lama tak berpenghuni.

Menurut Arya, kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Korban ditemukan tanpa busana dan diduga mengalami kekerasan fisik berat.

“Korban ditemukan meninggal dunia tanpa busana. Kepalanya ditimpa televisi dan ada dugaan kepalanya sempat dibenturkan ke tembok oleh pelaku,” kata Arya.

Penemuan jasad NJ sontak menggegerkan warga di sekitar lokasi. Polisi kemudian mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Makassar untuk kepentingan autopsi.

Sejumlah personel dari Polsek Tallo, Tim INAFIS Polrestabes Makassar, Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, hingga Tim Jatanras diterjunkan ke lokasi kejadian.

Di tengah proses olah tempat kejadian perkara, sempat terjadi keributan di sekitar lokasi. Belakangan diketahui, keributan itu diduga sengaja dibuat oleh IK untuk mengalihkan perhatian aparat.

“Warga yang membuat keributan di sana ternyata pelaku sendiri. Dia berupaya mengalihkan perhatian agar polisi meninggalkan lokasi atau fokus ke hal lain,” kata Arya.

Upaya tersebut tidak berhasil. Polisi kemudian mengamankan IK dan melakukan pemeriksaan. Dalam interogasi awal, pelaku mengakui perbuatannya.

Arya mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, IK telah lama mengincar korban. Polisi juga mendalami dugaan keterkaitan perilaku pelaku dengan penyalahgunaan narkotika dan konsumsi konten pornografi.

“Pelaku mengaku sudah lama mengintai korban. Dia juga pengguna narkotika dan sering menonton film porno melalui telepon genggamnya,” ujar Arya.

Menurut penyelidikan sementara, pelaku mula-mula meminta korban membelikan minuman. Setelah itu, korban kembali diminta membeli makanan.

“Saat korban datang mengantarkan makanan, pelaku langsung menyeret korban ke rumah kosong dan membekap mulutnya,” kata Arya.

Di dalam rumah kosong tersebut, korban sempat melawan. Kondisi itu diduga memicu pelaku melakukan kekerasan lebih lanjut.

“Korban berontak. Karena melawan, pelaku membenturkan kepala korban berulang kali ke lantai dan tembok hingga tidak berdaya,” ujar Arya.

Saat ini IK ditahan di Satreskrim Polrestabes Makassar. Polisi menjerat pelaku dengan pasal berlapis, termasuk dugaan pembunuhan berencana.

“Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun,” kata Kapolrestabes Makassar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini