oleh

BAHASA LUWU: Den Formalinna, Pabbalu Gaddeng Lan Pasa’ Parallu Dibeng Sanksi

PALOPO – Duang allomo Dinas Kesehatanna Kota Palopo manjo ngala sampel kande jio pabbalu-balu. Yato nangei ngala sampel mappammula tanggala 22 – 23 Mei 2018, jiong Lagota, Pusat Niaga Palopo (PNP), sola lan Pasa Andi Tadda.

Ya ngasan to sampel na ala soro’mo nateliti. Soro dukamo naumumkan, kumua den pabballuk gaddeng na campur to kandeanna bahan formalin na bahayakan to kale, yake dikandei.

Yamo to’ pabbaluk manuk ayam potong, gilingan bakso, bakso bakar, ayam cryspi, na daddua penjual mie goreng den ngasang formalinna sola zat kimia berbahaya.

Yato kandean berbahaya den bahan pewarna na pakaian dirupang jiong Lagota sola PNP, yamitu lombok botol, lombok jalangkote, sola risoles.

Sedangkan gaddeng den zat pewarna na tekstil rodamin B, dirupang jiong Pasar Andi Tadda, yamo to cendolo, agar-agar hijau, beppa lapis pink, sola beppa lapisi ijo.

Yato kande gaddeng dibaluk mengandung methanil yellow dirupang jiong Pasar Andi Tadda, yamoto bumbu tela-tela, daddua pabbalu wai jalangkote, sola risoles.

Kumuai Ceria Amalia SKM, yato punggawana dinas Kesehatan Palopo, bagian Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, ya ngasanna to pabbaluk baluk gaddeng fositif pake formalin dibeng kada/teguran, supaya tae naulangngi sule perbuatanna mabbaluk kande berbahaya, nasaba bahaya liu bagi kesehatan ta.

Senga’ duka iya nasanga Pjs Wali Kota Palopo, Andi Arwien Aziz SSTP, soal yate kande berformalin. Kumuai taek na parallu ditegur to pabbaluk, disita ri pabbalukanna. Sehingga Pjs Wali kota Andi Arwien SSTP na suai to Satgas Pangan Kota Palopo, ngala ngasanni to kandean berbahaya.

“Taena susi to, diala ngasan iya to kande berformalin. Anu bahaya liu to yake dikandei,” kadanna Arwien, (versi bahasa Luwu).

Senga’ duka iyya tanggapanna Anggota DPRD Kota Palopo, dari Fraksi PKB, Dahri Suli. Kumuai dau mubeng pembinaaan, tetapi menurut ya kalena, dibeng sanksi masanta, na saba yake taek mi sanksi. “Yato pabbalu senga’na mangka mirundu duka mabbaluk kande berformalin,” nakua Dahri Suli. (one)

 

 

Terjemahan

Koran TEKAPE – Edisi Mei 2018

 

Campur Formalin, Penjual ‘Nakal’ di Palopo Harus Ditindak Tegas

PALOPO – Dari dua hari dilakukan pengambilan sampel makanan, 22-23 Mei 2018, Dinkes Palopo akhirnya merilis jumlah penjual jajanan yang dianggap nakal karena mencampur jualannya dengan zat kimia berbahaya.

Mereka ini menjual di Lagota, Pusat Niaga Palopo (PNP) dan Pasar Andi Tadda Palopo. Makanan yang berformalin ditemukan di PNP yakni, ayam potong, gilingan bakso 2, bakso bakar, ayam cryspi, dan dua penjual mie goreng.

Sementara makanan yang mengandung pewarna tekstil di Lagota dan PNP, yakni lombok botol, lombok jalangkote, dan risoles.

Sedangkan makanan mengandung zat pewarna tekstil rodamin B di Pasar Andi Tadda yakni cendol, agar-agar hijau, kue lapis pink, dan kue lapis ijo.

Kemudian makanan yang dijual mengandung methanil yellow di Pasar Andi Tadda yakni bumbu tela-tela, dua penjual air jalangkote, dan risoles.

Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kota Palopo, Ceria Amaliah SKM, mengatakan, para penjual ini akan diberi teguran agar tidak lagi mencampur jualannya dengan zat berbahaya.

Melihat hal itu, Pjs Wali Kota Palopo, Andi Arwien Aziz STTP, meminta kepada Satgas Pangan Kota Palopo untuk segera ditindak dan disita ikan dan makanan yang berbahaya itu.

“Harusnya segera ditindak dan disita ikan (dan makanan lainnya, red) yang berbahaya itu,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Palopo, dari Fraksi PKB, Dahri Suli, mengatakan, para penjual nakal ini tak bisa hanya diberi sekedar pembinaan semata. Harus diberikan sanksi tegas. “Ini diharapkan agar penjual lain tidak melakukan hal yang sama,” ujarnya. (*)

Komentar

Berita Terkait