Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Soal Retur Sepihak J&T Express di Luwu Timur, Pemuda Pancasila Desak Benahi Sistem

Sekretaris Jenderalnya Pemuda Pancasila Luwu Timur, Abdul Rauf Dewang. (ist)

MALILI, TEKAPE.co – Sejumlah warga di Kabupaten Luwu Timur melayangkan protes terhadap banyaknya retur paket sepihak oleh J&T Express tanpa pemberitahuan ke pemilik paket.

Keluhan mencuat setelah banyak pelanggan mengalami pengembalian paket sepihak, ketidakjelasan status barang, hingga keterlambatan penanganan pengembalian.

Beberapa konsumen mengaku harus mendatangi langsung kantor layanan untuk memastikan keberadaan paket mereka.

BACA JUGA: Nasabah Gugat BRI Masamba Terkait Dugaan Pelanggaran Prosedur Lelang Agunan

Namun, alih-alih mendapatkan kejelasan, informasi yang diterima justru berbeda antara satu petugas dengan lainnya.

“Status di aplikasi sudah diproses, tapi barangnya tidak jelas. Ini sangat merugikan kami sebagai pelanggan,” ujar salah satu warga.

Masalah ini dinilai tidak hanya soal keterlambatan, tetapi juga lemahnya sistem komunikasi dan koordinasi internal.

BACA JUGA: Sejumlah Paket Dikembalikan Sepihak, Layanan J&T Express Disorot Warga Luwu Timur

Warga menduga terjadi penumpukan paket akibat lonjakan pengiriman yang tidak diimbangi kesiapan operasional.

Sorotan tajam datang dari Pemuda Pancasila Luwu Timur. Sekretaris Jenderalnya, Abdul Rauf Dewang, menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah merugikan masyarakat luas.

“Perusahaan tidak boleh lepas tangan. Retur adalah bagian dari tanggung jawab pelayanan. Harus ada kejelasan dan kepastian bagi konsumen,” tegasnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia juga meminta manajemen J&T Express segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem hingga pelayanan di lapangan.

Menurutnya, jika persoalan ini terus berulang tanpa perbaikan, maka kepercayaan publik terhadap layanan ekspedisi bisa semakin menurun.

“Kami mendorong adanya langkah konkret. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena lemahnya manajemen pelayanan,” tambahnya.

Pihak J&T Express sendiri hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini