Aksi PMII di Polres Palopo, Sebut Ada Oknum Polisi Diduga Bekingi Peredaran Sabu
PALOPO, TEKAPE.co – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Palopo menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Palopo, Senin (13/4/2026).
Mereka dengan menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam peredaran narkotika di Kota Palopo.
Dalam aksi tersebut, massa menyebut Kota Palopo berada dalam kondisi “darurat narkoba” dan mendesak aparat kepolisian mengusut dugaan adanya oknum yang disebut membekingi peredaran sabu.
BACA JUGA: Sejumlah Perwira Polres Bulukumba Dirotasi, Ini Daftar Pejabat yang Berganti
“Kami mendesak Kapolres Palopo untuk mengusut tuntas dugaan adanya oknum polisi yang diduga membekingi peredaran narkoba jenis sabu. Kota Palopo saat ini darurat narkoba,” kata jenderal lapangan aksi, Hutihar.
Selain dugaan keterlibatan oknum, massa aksi juga menuntut aparat kepolisian segera menangkap para bandar sabu yang disebut masih beroperasi di wilayah Kota Palopo.
Massa mengklaim dugaan tersebut berawal dari laporan seorang ibu rumah tangga berinisial MN, yang menyebut anaknya terlibat penyalahgunaan narkoba.
BACA JUGA: Polres Luwu Timur Perketat Pengawasan Distribusi BBM Subsidi di 11 SPBU
MN juga mengungkap dugaan peredaran narkoba di Kelurahan Pontap yang melibatkan anak di bawah umur.
“Kami sudah melapor secara resmi ke Polres Palopo, namun belum ada tindak lanjut dari aparat kepolisian,” ujar perwakilan massa aksi.
Usai menyampaikan aspirasi di Mapolres Palopo, massa PMII melanjutkan aksi ke Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Palopo dengan tuntutan serupa, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat yang kembali disuarakan dalam orasi.
Hingga aksi berlangsung, pihak Polres Palopo belum memberikan keterangan resmi terkait sejumlah tuntutan yang disampaikan massa aksi tersebut.(*)






Tinggalkan Balasan