Tekape.co

Jendela Informasi Kita

6.700 Warga Maros Krisis Air Bersih, Empat Kecamatan Masuk Zona Merah Kekeringan

Ilustrasi krisis air bersih. (net)

Pemerintah juga meminta PDAM melakukan pemeriksaan jaringan pipa induk agar distribusi air berjalan maksimal setelah rumah booster mulai dioperasikan.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan penyaluran bantuan air bersih telah dimulai sejak awal pekan. Hingga kini, sekitar 40 tangki air telah dikirim ke empat kecamatan yang berstatus zona merah.

Menurutnya, distribusi akan terus dilakukan selama kebutuhan masyarakat masih tinggi.

“Adapun wilayah yang masuk kategori zona kuning belum menerima distribusi air bersih karena kondisinya masih dinilai aman,” katanya.

Nasrul mengungkapkan, proses distribusi masih menghadapi sejumlah hambatan. Selain armada yang terbatas, kelangkaan solar di sejumlah SPBU membuat mobil tangki harus mengantre sebelum melakukan pengiriman.

“Armada kami harus mengantre untuk mendapatkan solar sehingga distribusi air bersih terkadang ikut terlambat,” bebernya.

BPBD Maros saat ini hanya memiliki tiga unit mobil tangki untuk melayani distribusi air bersih. Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp30 juta yang diperkirakan mampu membiayai operasional penyaluran air selama sekitar 10 hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini