Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Seminar Hasil KKNT 116, Mahasiswa Unhas Hadirkan Beragam Program Pemberdayaan di Desa Bonto Loe

Mahasiswa KKNT Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berfoto bersama pemerintah desa dan masyarakat usai Seminar Hasil Program Kerja di Desa Bonto Loe, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Senin (10/8/2026). (ist)

BANTAENG, TEKAPE.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Posko Desa Bonto Loe 2, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, menggelar Seminar Hasil Program Kerja, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian akhir pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di Desa Bonto Loe.

Seminar hasil menjadi ajang pemaparan berbagai program yang telah dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus evaluasi atas kontribusi mahasiswa kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Bonto Loe.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil sejumlah program kerja kelompok maupun individu yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta potensi desa.

Salah satu program unggulan adalah penyusunan Peta Administrasi Desa Bonto Loe yang memuat batas administrasi desa dan dusun, fasilitas umum, serta berbagai elemen geografis lainnya.

Peta tersebut disusun melalui tahapan observasi lapangan, pengolahan data spasial, digitalisasi, hingga validasi bersama pemerintah desa. Hasil akhirnya berupa peta administrasi desa berukuran 1,5 x 1 meter yang diharapkan menjadi media informasi kewilayahan bagi pemerintah maupun masyarakat.

Mahasiswa juga melaksanakan program pendokumentasian sejarah, tradisi, dan kearifan lokal Desa Bonto Loe. Program tersebut bertujuan mengubah pengetahuan budaya yang selama ini diwariskan secara lisan menjadi dokumentasi yang lebih sistematis melalui film dokumenter dan buku saku.

Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi arsip budaya sekaligus memperkuat identitas Desa Bonto Loe di tengah perkembangan zaman.

Pada sektor ekonomi, mahasiswa melaksanakan program literasi keuangan yang memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perencanaan keuangan, penyusunan skala prioritas kebutuhan, pengelolaan utang, pentingnya menabung, dana darurat, hingga pemisahan keuangan usaha dan keuangan pribadi.

Mahasiswa juga melakukan pendampingan kepada pelaku usaha melalui program digitalisasi UMKM. Pendampingan meliputi pemanfaatan Google Maps, platform e-commerce, media digital, serta pengenalan sistem pembayaran menggunakan QRIS.

Program tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kemudahan transaksi, serta memperkuat daya saing usaha masyarakat Desa Bonto Loe.

Di bidang pendidikan dan lingkungan, mahasiswa memberikan edukasi mengenai ekosistem laut dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada siswa SDN 28 Bangkala Loe dan SDN 29 Campaga Loe.

Meski Desa Bonto Loe berada di wilayah pegunungan, edukasi mengenai ekosistem laut dinilai penting karena adanya keterkaitan antara wilayah pegunungan, sungai, hingga laut. Kegiatan diisi dengan penyampaian materi, diskusi, sesi tanya jawab, serta lomba mewarnai.

Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, mahasiswa juga membuat papan informasi mengenai alur pelayanan dan mekanisme pengaduan di Kantor Desa Bonto Loe.

Papan informasi tersebut memuat jenis layanan, persyaratan administrasi, alur pelayanan, hingga tata cara penyampaian pengaduan sehingga diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi pelayanan secara lebih mudah dan transparan.

Sekretaris Desa Bonto Loe mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan mahasiswa selama pelaksanaan KKNT.

“Dengan adanya kegiatan dan program kerja dari mahasiswa KKNT ini, kami dari pemerintah desa tentu sangat mengapresiasi. Beberapa program yang dilaksanakan cukup membantu pemerintah desa dan masyarakat, terutama dalam memberikan informasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap seluruh hasil program dapat terus dimanfaatkan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir.

“Kami berharap apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman mahasiswa tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai, tetapi hasil dan pengetahuan yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah desa,” katanya.

Melalui seminar hasil tersebut, mahasiswa KKNT Gelombang 116 tidak hanya memaparkan capaian program, tetapi juga menyerahkan berbagai produk yang dihasilkan selama menjalankan pengabdian di Desa Bonto Loe.

Produk tersebut meliputi peta administrasi desa, dokumentasi sejarah dan budaya, buku saku literasi keuangan, modul edukasi lingkungan, papan informasi pelayanan publik, hingga panduan digitalisasi UMKM.

Seluruh program tersebut diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan potensi Desa Bonto Loe.

Seminar hasil ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelaksanaan program KKNT Pemberdayaan Desa Gelombang 116 di Desa Bonto Loe. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini