oleh

Reka Ulang, Pelaku Pembunuhan di Sungai Cimpu Luwu Peragakan 30 Adegan

LUWU, TEKAPE.co – Satreskrim Polres Luwu melakukan Rekonstruksi atau reka ulang pembunuhan Joko Irawan, yang merupakan warga Tanjung Pinang, Riau, Pulau Sumatra, Rabu, 29 Mei 2019.

Rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilaksanakan oleh Satreskrim Polres Luwu ini hadiri langsung pihak Kejaksaan Negeri Luwu, dan pengacara dari tersangka

Dalam reka ulang ini kurang lebih dari 30 adegan yang diperagakan oleh kedua tersangka.

Sementara itu rekonstruksi ini dilakukan di dua tempat yang berbeda, dimana titik akhir dari proses eksekusi pembunuhan tersebut, yakni di jembatan Sungai Cimpu, tempat mayat korban dibuang oleh tersangka.

Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam, mengatakan, dalam pelaksanaan rekonstruksi, atau reka ulang, tersebut tidak ada kendala, semuanya berjalan lancar.

“Untuk sementara, hasil BAP dan Reka ulang dilapangan masih berkesesuaian, sehingga semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, dalam reka ulang ke 15 dan 18 kedua pelaku menusukkan sebilah badik ke tubuh korban untuk menghabisi nyawa korban. Sementara pada adegan ke 27, disitulah korban dilemparkan dari atas jembatan kedalam Sungai Cimpu, Luwu.

Dalam kasus ini, jajaran Sat Reskrim Polres Luwu yang dipimpin oleh AKP Faisal Syam patut diapresiasi, pasalnya, hanya dalam kurun waktu seminggu, sejak ditemukannya mayat korban, polisi telah mampu mengungkap, motif dan kedua terduga tersangkanya.

Untuk diketahui, korban pembunuhan dari mayat yang ditemukan oleh warga setempat, di Sungai Cimpu Luwu itu, merupakan warga Tanjung Pinang, Riau, Pulau Sumatra, bernama Joko Irawan.

Sementara itu, kedua pelaku, diketahui bernama, Lauren Sius Rudi (37) dan Nong Vona Ventura (32), warga Moumere, Kabupaten Sikka, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akibat dari perbuatannya, dua terduga pelaku meringkuk dibalik jeruji besi Mapolres Luwu, yang dijerat pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati, atau penjara 20 tahun. (ham)

Komentar

Berita Terkait