Wabup Morowali Minta PDAM Benahi Pelayanan, Keluhan Air Bersih Masih Ditemukan
BUNGKU, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Morowali melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Morowali sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, dalam rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Morowali, Kamis (16/7/2026).
Pertemuan itu membahas laporan kinerja PDAM Tahun Anggaran 2025 sekaligus menelaah berbagai tantangan yang masih dihadapi perusahaan daerah tersebut dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di berbagai wilayah.
BACA JUGA: Bupati Morowali Tinjau Titik Nol TMMD Ke-129 di Desa Polewali, Pastikan Kesiapan Pembangunan
Dalam arahannya, Iriane menekankan bahwa proses evaluasi harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh agar mampu menghasilkan langkah perbaikan yang nyata.
Iriane juga meminta seluruh peserta rapat menyampaikan masukan secara terbuka, termasuk terhadap berbagai persoalan yang masih menghambat peningkatan pelayanan.
Menurutnya, persoalan distribusi air bersih masih menjadi keluhan masyarakat, terutama di kawasan kepulauan dan Kecamatan Bungku Selatan.
BACA JUGA: Sekda Morowali Buka Pelatihan Paskibraka 2026, Tekankan Disiplin dan Mental Peserta
Kondisi itu dinilai perlu segera ditangani melalui kebijakan dan program yang lebih terarah.
“Evaluasi ini harus dilakukan secara selektif. Baik capaian maupun kekurangan PDAM harus disampaikan secara terbuka agar menjadi dasar perbaikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Iriane.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PDAM Morowali, Mustari, memaparkan sejumlah program yang tengah disiapkan untuk memperkuat kapasitas perusahaan.
Salah satunya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan mengirimkan calon tenaga teknis mengikuti pendidikan di Akademi Teknik Tirta Wiyata melalui skema beasiswa ikatan dinas.
Menurut Mustari, program tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di bidang pengelolaan air minum secara berkelanjutan sehingga perusahaan memiliki SDM yang kompeten di masa mendatang.
Selain penguatan SDM, PDAM juga mulai mengembangkan sistem pelayanan berbasis digital melalui penyusunan basis data pelanggan secara daring.
Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan akurasi data sekaligus mempercepat pelayanan seiring bertambahnya jumlah pelanggan.
PDAM Morowali juga memaparkan rencana pengembangan usaha dalam beberapa tahun ke depan, di antaranya pembangunan kawasan perkantoran terpadu, laboratorium, fasilitas penunjang operasional, hingga pengembangan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sebagai bagian dari diversifikasi usaha perusahaan.





Tinggalkan Balasan