Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Agak Lain! HUT Ke-23 Humbahas Tanpa Kebaktian, Wabup Akui Tak Dilibatkan

Wakil Bupati Humbahas, Junita R Marbun, saat bersalaman dengan beberapa kepala desa yang menghadiri acara HUT Kabupaten Humbahas ke-23, (Dok: Abednego Manalu)

HUMBAHAS, TEKAPE.co – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang mengusung tema “KEREN” (Kreatif, Efektif, Responsif, Efisien, dan Nyaman) berlangsung dengan nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan Tekape.co di Kompleks Perkantoran Bupati Humbang Hasundutan, Selasa (28/7/2026), menunjukkan rangkaian kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tidak diawali dengan kebaktian sebagaimana yang selama ini menjadi bagian dari perayaan HUT Kabupaten Humbahas.

Perubahan tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak yang hadir. Seorang warga yang mengaku bernama Juli menilai perayaan HUT tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ya, mungkin begitulah di kepemimpinan saat ini. Memang sejarahnya inilah acara HUT Kabupaten Humbahas tanpa ada kebaktian. Apalah mau dibilang,” ujarnya.

Selain absennya kebaktian, perhatian juga tertuju pada posisi Wakil Bupati Humbahas, Junita R. Marbun dalam rangkaian acara.

Saat prosesi pengguntingan pita dan peresmian prasasti berlangsung, Junita tampak berada di bagian belakang. Kondisi tersebut memunculkan kesan bahwa wakil kepala daerah tidak ditempatkan sejajar dalam agenda resmi pemerintah daerah.

Di sisi lain, beredar informasi bahwa Junita tidak dilibatkan dalam proses perencanaan maupun persiapan rangkaian HUT. Bahkan, ia disebut tidak menerima undangan resmi sebagaimana mestinya.

Saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan, Junita membenarkan dirinya tidak dilibatkan dalam proses perencanaan maupun persiapan HUT ke-23 Kabupaten Humbahas.

“Saya kan jelas tidak dilibatkan dan tidak diinformasikan mengenai penggunaan pakaian dalam hari jadi ini. Jadi tidak mungkin saya naik podium bersama Bupati untuk memberikan sambutan, sementara saya tidak mengenakan pakaian kedinasan. Itu kan seakan mempermalukan saya,” ujar Junita.

Dalam kegiatan tersebut, Junita hadir mengenakan kebaya merah, sedangkan Bupati Humbahas mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) berwarna putih.

Menurut Junita, minimnya informasi yang diterimanya bukan merupakan persoalan baru. Ia mengaku situasi serupa juga pernah terjadi pada tahun sebelumnya.

“Ini bukan cerita baru lagi,” katanya.

Meski mengaku tidak dilibatkan dalam proses persiapan, Junita tetap menghadiri rangkaian HUT setelah mengikuti rapat paripurna DPRD Humbahas.

Ia mengatakan kehadirannya merupakan bentuk penghormatan dan dukungan kepada masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan, bukan semata-mata karena posisinya sebagai Wakil Bupati dalam agenda tersebut.

Junita juga mengungkapkan persoalan lain. Menurutnya, saat ini dirinya tidak lagi memiliki staf maupun ajudan yang mendukung pelaksanaan tugas sebagai Wakil Bupati.

“Tahun lalu saya masih memiliki staf maupun ajudan, namun untuk tahun ini tidak ada lagi,” keluhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini