Tekape.co

Jendela Informasi Kita

HUT ke-23 Humbahas Disebut Meriah, Warga Justru Keluhkan Konsumsi Makan Siang

Porsi konsumsi yang dibagikan kepada masyarakat yang hadir pada perayaan HUT ke-23 Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Selasa (28/7/2026). Sejumlah warga mengeluhkan porsi lauk yang dinilai tidak sebanding dengan nasi yang diterima, (Dok: Abednego Manalu)

HUMBAHAS, TEKAPE.co – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) diwarnai keluhan sejumlah masyarakat yang menghadiri acara karena tidak mendapatkan konsumsi makan siang.

Keluhan tersebut muncul saat agenda makan siang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB di lokasi perayaan HUT Humbahas, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah warga mengeluhkan tidak memperoleh konsumsi yang disediakan panitia. Mereka mengaku kecewa lantaran datang untuk menyaksikan rangkaian perayaan HUT Kabupaten Humbahas, namun tidak memperoleh makanan saat agenda makan siang berlangsung.

BACA JUGA: SOL Serahkan Toyota Hiace untuk Perkuat Layanan Pajak Keliling di Taput

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan dirinya sempat mendatangi area dapur atau yang dalam istilah Batak disebut Bilik Parhobasan untuk menanyakan konsumsi.

Namun, menurutnya, petugas pembagi konsumsi menyampaikan bahwa makanan yang tersedia telah habis.

“Sempat saya datangi Bilik Parhobasan. Salah seorang pembagi konsumsi menyatakan memang makanan sudah habis dan tidak ada lagi,” ujarnya.

BACA JUGA: 2 Pria di Toraja Utara Ditangkap usai Curi 14 Baterai Tower BTS Telkomsel

Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih mencari alternatif makanan. Di lokasi acara, beberapa warga terlihat membeli mi instan untuk mengganjal perut, sementara sebagian lainnya memilih meninggalkan lokasi dan makan di rumah.

Seorang pedagang yang berjualan di sekitar lokasi acara juga membenarkan banyaknya warga yang membeli mi instan setelah tidak mendapatkan konsumsi.

“Memang banyak yang memesan Pop Mie ke tempat saya. Katanya karena sudah lapar dan tidak mendapatkan konsumsi,” kata pedagang tersebut.

Selain persoalan warga yang tidak memperoleh konsumsi, keluhan lain juga muncul dari sebagian warga yang mendapatkan makanan. Mereka menilai porsi lauk yang diterima tidak sebanding dengan jumlah nasi yang disediakan.

“Gimana caranya menikmati makanan seperti ini. Nasinya banyak sekali, tapi lauknya sedikit. Tidak sebanding. Kalau ditanya kecewa, ya pasti. Itulah yang terjadi saat ini,” ujar seorang warga.

Warga berharap persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara sehingga pembagian konsumsi dalam kegiatan pemerintah maupun perayaan daerah berikutnya dapat dipersiapkan dengan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini