Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Padi dan Lele Dipanen Bersamaan, Inovasi Mahasiswa UNCP Ini Tawarkan Solusi Pertanian Modern

Tanaman padi varietas Enpari 32 dibudidayakan bersama ikan lele dalam sistem akuaponik sebagai inovasi pertanian terpadu yang diteliti mahasiswa UNCP. (Dok: UNCP)

PALOPO, TEKAPE.co – Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) mengembangkan inovasi pertanian melalui dua penelitian tugas akhir mahasiswa yang mengusung konsep budi daya modern.

Penelitian yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026 itu menguji penerapan sistem akuaponik untuk padi dan lele serta hidroponik rakit apung pada bawang merah asal biji atau True Shallot Seed (TSS).

Penelitian pertama dilakukan mahasiswa Dwi Anto dengan mengangkat efektivitas pupuk cair Banua Tani terhadap pertumbuhan dan produksi padi varietas Enpari 32 yang dibudidayakan bersama ikan lele jumbo dalam sistem akuaponik.

BACA JUGA: Mahasiswa Informatika UNCP Bersinar, Raih Juara II Baca Puisi di PEKSIMIDA Sulsel 2026

Riset tersebut dibimbing oleh dosen Fakultas Pertanian UNCP, Dr. Masluki, S.P., M.P. dan Muhammad Naim, S.P., M.P.

Dalam penelitian itu, tanaman padi dan ikan lele dipelihara dalam satu ekosistem terpadu. Air kolam ikan dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, sementara pemberian pupuk cair Banua Tani diuji untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan padi, hasil panen gabah, serta pertambahan bobot ikan lele.

Selama proses penelitian, mahasiswa melakukan serangkaian pengamatan mulai dari pemeliharaan tanaman, pemantauan perkembangan ikan menggunakan timbangan digital secara berkala, hingga panen kedua komoditas yang dilakukan pada akhir masa penelitian.

BACA JUGA: Kolaborasi Kampus dan Industri, Dosen UNCP Latih Pendamping Desa di Luwu Timur

Dwi Anto menilai sistem akuaponik memiliki prospek besar sebagai model pertanian masa depan karena mampu menghasilkan dua komoditas dalam satu sistem budidaya.

“Sistem ini memungkinkan efisiensi penggunaan air dan lahan, karena limbah dari budi daya ikan lele dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi alami bagi tanaman padi,” ujar Dwi Anto.

Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, tetapi juga menjadi alternatif bagi petani yang memiliki keterbatasan lahan.

Dosen pembimbing, Dr. Masluki, S.P., M.P., mengapresiasi penelitian yang dilakukan mahasiswanya. Ia menilai inovasi seperti ini penting untuk mendukung pengembangan sistem pertanian terpadu yang lebih ramah lingkungan.

“Penelitian semacam ini penting untuk mendorong pengembangan pertanian terpadu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, khususnya di tengah keterbatasan lahan pertanian saat ini,” kata Masluki.

Sementara itu, penelitian kedua dilakukan oleh Rina Regina yang meneliti pengaruh berbagai konsentrasi nutrisi AB Mix terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah asal biji (True Shallot Seed/TSS) menggunakan sistem hidroponik rakit apung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini