FTKOM UNCP Bekali Mahasiswa Menentukan Topik Penelitian dengan Bantuan AI
PALOPO, TEKAPE.co – Kemampuan menentukan topik penelitian menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi mahasiswa saat memasuki tahap penyusunan proposal maupun tugas akhir.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini hadir sebagai alat yang dapat membantu proses tersebut, asalkan dimanfaatkan secara tepat dan tetap menjunjung etika akademik.
Gagasan itu menjadi fokus dalam webinar bertajuk “Dari Masalah ke Judul: Teknik Menentukan Topik Penelitian yang Relevan dan Inovatif dengan AI” yang diselenggarakan Fakultas Teknik Komputer (FTKOM) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), Senin (3/8/2026).
BACA JUGA: UNCP Kaji Pengaruh Growth Mindset terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting itu diikuti mahasiswa yang tengah mempersiapkan proposal penelitian, tugas akhir, maupun karya ilmiah.
Tiga dosen FTKOM UNCP, yakni Ir. Billy Eden William Asrul, S.Kom., M.T., Vicky Bin Djusmin, S.Kom., M.Kom., dan Nirsal, S.Kom., M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Mereka mengulas langkah-langkah praktis dalam mengidentifikasi persoalan penelitian, menyusun topik yang relevan, hingga memanfaatkan AI untuk memperluas eksplorasi gagasan.
Para narasumber menekankan bahwa kualitas sebuah penelitian berawal dari ketepatan dalam memilih topik. Karena itu, mahasiswa didorong untuk mampu membaca persoalan nyata di tengah masyarakat, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memanfaatkan AI sebagai instrumen pendukung dalam mencari referensi, mengeksplorasi ide, dan menyusun kerangka penelitian secara lebih efektif.
Peserta juga dibekali berbagai strategi untuk merumuskan masalah penelitian yang menarik, menentukan judul yang layak dikembangkan, hingga mengenal beragam platform AI yang dapat dimanfaatkan pada tahap awal penelitian.
Meski demikian, penggunaan teknologi tersebut tetap harus memperhatikan prinsip etika akademik dan menjaga orisinalitas karya ilmiah.
Dekan FTKOM UNCP, Nirsal, S.Kom., M.Pd., mengatakan kehadiran AI seharusnya dipahami sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas penelitian, bukan menggantikan peran peneliti dalam berpikir kritis.
“Pemanfaatan AI harus dipandang sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas riset, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis peneliti,” ujarnya.
Mahasiswa tetap dituntut mampu menganalisis masalah, menyusun argumen ilmiah, dan menghasilkan penelitian yang orisinal,” sambung Nirsal.
Melalui webinar tersebut, FTKOM UNCP berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan penelitian di era digital.
Fakultas juga berupaya memperkuat budaya riset yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu melahirkan karya ilmiah yang inovatif, aplikatif, memiliki nilai kebaruan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. (*)





Tinggalkan Balasan