Longsor Terjang Kindang Bulukumba, Aliran Irigasi ke Sawah Warga Lumpuh
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Hujan dengan intensitas tinggi yang masih mengguyur Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), memicu terjadinya tanah longsor di Kecamatan Kindang.
Material longsor menutup saluran irigasi sehingga aliran air menuju areal persawahan warga terganggu.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Bulukumba, Abd Haris mengatakan, longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
BACA JUGA: Dua Pelajar SMP Tewas dalam Tabrakan Maut di Cerekang, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
“Saluran air irigasi tertutup akibat tanah longsor usai hujan lebat,” kata Abd Haris kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).
Menurut Abd Haris, curah hujan tinggi yang terus terjadi sejak awal Juli membuat kondisi tanah menjadi jenuh dan labil hingga akhirnya memicu longsor.
Material tanah kemudian menimbun saluran irigasi yang mengalir ke lahan pertanian.
BACA JUGA: Cari HP yang Jatuh, Pria di Baebunta Luwu Utara Malah Dikeroyok 3 Pemuda
Gangguan tersebut berdampak pada pasokan air untuk persawahan yang berada di Kelurahan Borong Rappoa, Desa Palioi, dan Desa Balibo.
Saat ini, warga bersama para petani masih melakukan kerja bakti untuk membersihkan timbunan tanah agar saluran irigasi kembali berfungsi.
“Petani masih melakukan pembersihan material secara gotong royong hingga saat ini,” ujarnya.
BPBD Bulukumba masih melakukan pendataan sehingga belum dapat memastikan luas lahan pertanian yang terdampak akibat tertutupnya saluran irigasi. Meski demikian, pemantauan di lokasi terus dilakukan.
Di sisi lain, BPBD mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan lereng Gunung Lompobattang, agar tetap waspada terhadap potensi longsor karena kondisi cuaca masih belum menentu.





Tinggalkan Balasan