IMIP Jadi Motor Ekonomi Bahodopi, Ribuan UMKM Ikut Tumbuh
BAHODOPI, TEKAPE.co – Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) tak hanya menjadi pusat hilirisasi nikel nasional, tetapi juga tumbuh sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Tingginya aktivitas konsumsi para pekerja usia produktif di kawasan industri tersebut dinilai memberi dampak besar terhadap perkembangan usaha lokal, khususnya UMKM di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Survei perputaran ekonomi di Kecamatan Bahodopi menunjukkan mayoritas tenaga kerja di kawasan IMIP berada pada rentang usia 26–35 tahun.
BACA JUGA: Update Harga Emas Pegadaian: Antam Melemah, UBS dan Galeri24 Stabil
Kelompok usia produktif ini mencapai 56,4 persen dari total responden. Komposisi tersebut menggambarkan tingginya aktivitas ekonomi pekerja dengan pola konsumsi harian yang relatif besar dan stabil.
Tim Research and Support Departemen Secretariat General Affair PT IMIP mencatat, sebanyak 98,4 persen responden mengalokasikan pengeluaran mereka untuk kebutuhan makanan dan minuman setiap hari.
Rata-rata belanja konsumsi pekerja mencapai sekitar Rp 2,19 juta per orang per bulan.
BACA JUGA: Kalla Toyota Kuasai 36 Persen Pasar, New Veloz Hybrid EV Jadi Andalan Baru
Besarnya konsumsi itu menjadikan sektor kuliner sebagai salah satu penopang utama ekonomi lokal di kawasan lingkar industri IMIP.
Secara agregat, total pengeluaran bulanan karyawan diperkirakan mencapai Rp 492 miliar atau sekitar Rp 5,9 triliun per tahun.
Angka tersebut mencerminkan tingginya daya beli pekerja sekaligus besarnya kontribusi sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Aktivitas ekonomi yang terus bergerak itu turut mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di Bahodopi dan wilayah sekitarnya.
Saat ini tercatat ada 7.643 unit UMKM yang beroperasi di kawasan tersebut. Sebagian besar merupakan usaha mikro dengan proporsi sekitar 78 persen, sedangkan usaha kecil mencapai 22 persen.
UMKM tersebut berperan memenuhi kebutuhan harian pekerja, mulai dari makanan dan minuman, tempat tinggal, transportasi, hingga kebutuhan dasar lainnya.
Selain konsumsi pangan, pola hidup pekerja usia produktif juga berdampak pada tumbuhnya sektor pendukung lain, seperti transportasi dan usaha indekos.





Tinggalkan Balasan