Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kasus Vape Narkoba Muncul di Makassar-Pangkep, BNN Lakukan Penyelidikan

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Sulsel, Kombes Pol Ardiansyah. (ist)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Peredaran narkotika yang dikemas dalam bentuk cairan rokok elektrik atau vape mulai marak di Sulawesi Selatan.

Fenomena ini diungkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel setelah menemukan sejumlah kasus yang melibatkan kalangan remaja.

Salah satu temuan terjadi di Kabupaten Pangkep, di mana seorang santri di salah satu pondok pesantren dinyatakan positif narkoba usai mengisap vape yang diduga mengandung zat terlarang.

BACA JUGA: Dugaan Pengeroyokan Imam Masjid di Palopo Berujung Saling Lapor

Kasus tersebut kini masih dalam pendalaman pihak BNNP Sulsel.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNN Sulsel, Kombes Pol Ardiansyah mengatakan, kasus serupa juga ditemukan di Kota Makassar.

Ia menyebut laporan diterima dari orang tua yang anaknya sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi vape berisi cairan narkotika.

BACA JUGA: Komplotan Rampok Lansia di Pekanbaru Ditangkap, 2 Ditembak

“Untuk temuan kasus yang sama pernah ada satu, yang dilaporkan melalui call center (BNNP Sulsel),” ungkap Ardiansyah kepada wartawan, Minggu (3/5/2026).

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh BNNP Sulsel. Setelah dilakukan penanganan, anak yang dilaporkan diketahui positif mengonsumsi narkotika jenis sinte yang telah dimodifikasi menjadi cairan vape.

“Pihak orang tuanya meminta anaknya untuk dilakukan rehabilitasi karena menggunakan vape yang sama persis kandungannya Sinte,” ujarnya.

Ardiansyah menjelaskan, pihaknya kemudian menjemput yang bersangkutan untuk dilakukan assessment sebelum menjalani proses rehabilitasi.

“Jadi kita lakukan penjemputan, kemudian assessment di BNN, kemudian kita lakukan rehabilitasi. Untuk kasus yang pelaporan itu terjadi di wilayah Makassar,” tambahnya.

Ia menilai fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pola penggunaan narkotika, khususnya di kalangan remaja dan pemuda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini