Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Realisasi APBD Luwu Capai 48,49 Persen, Masuk Tiga Besar Terbaik di Sulawesi Selatan

Tabel Diagram Realisasi APBD Luwu. (ist)

LUWU, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten Luwu mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semester I Tahun Anggaran 2026 sebesar 48,49 persen, menempatkan daerah tersebut di posisi ketiga tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan. Capaian itu juga melampaui rata-rata realisasi APBD nasional yang berada di angka 36,15 persen.

Data tersebut berdasarkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kementerian Dalam Negeri dan dipaparkan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, dalam kegiatan sosialisasi di Makassar, Sabtu (25/7/2026).

Kabupaten Luwu berada di bawah Kabupaten Sinjai yang mencatat realisasi APBD sebesar 50,97 persen dan Kabupaten Sidenreng Rappang sebesar 49,16 persen.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Luwu, Alamsyah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil koordinasi dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan program yang telah direncanakan sejak awal tahun.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa perencanaan program yang disusun mampu diimplementasikan dengan baik. Konsistensi pelaksanaan di setiap perangkat daerah menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan realisasi APBD,” kata Alamsyah.

Menurut dia, sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat turut mendorong tingginya realisasi belanja daerah. Di antaranya dukungan terhadap pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC) melalui pembayaran premi BPJS Kesehatan, serta belanja operasional dan belanja pegawai yang berjalan sesuai jadwal.

Bupati Luwu, H. Patahudding, mengapresiasi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu atas capaian tersebut. Ia menilai tingginya realisasi APBD menjadi indikator bahwa program pembangunan dan pelayanan publik berjalan sesuai target.

“Alhamdulillah, capaian ini patut kita syukuri. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam memastikan setiap program dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Patahudding.

Menurutnya, percepatan realisasi APBD tidak hanya mencerminkan tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menggerakkan perekonomian melalui percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Semakin cepat anggaran direalisasikan secara tepat sasaran, maka manfaatnya akan semakin cepat dirasakan masyarakat. Pembangunan berjalan, pelayanan meningkat, dan roda perekonomian daerah ikut bergerak,” katanya.

Meski berhasil masuk tiga besar di Sulawesi Selatan, Patahudding meminta seluruh perangkat daerah tetap menjaga konsistensi pelaksanaan program hingga akhir tahun anggaran.

“Capaian ini harus menjadi penyemangat untuk terus bekerja lebih baik. Saya berharap seluruh perangkat daerah mempertahankan komitmen dalam melaksanakan program secara efektif, efisien, dan akuntabel sehingga seluruh target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Luwu menilai capaian tersebut semakin memperkuat komitmen daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada hasil, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini