Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Kadundung Resmi Jadi Desa Tangguh Bencana

Peserta Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Kadundung mengikuti apel dan pembekalan kesiapsiagaan bencana yang digelar PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama PUSPENA UNCP, BPBD Kabupaten Luwu, dan PMI. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Jaga Desa untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu. (ist)

LUWU, TEKAPE.co – PT Masmindo Dwi Area (MDA) menetapkan Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, sebagai Desa Tangguh Bencana (DESTANA) melalui program penguatan kapasitas masyarakat yang dilaksanakan bersama Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, dan Palang Merah Indonesia (PMI), Rabu, 29 Juli 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Jaga Keselamatan Desa, salah satu pilar Program Jaga Desa yang dijalankan MDA. Kadundung menjadi desa kelima yang memperoleh pendampingan DESTANA sejak program tersebut dimulai pada 2024.

Program ini lahir dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa MATAPPA (FORDES MATAPPA). Aspirasi itu kemudian diterjemahkan menjadi program kolaboratif untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui pemetaan risiko, penyusunan mekanisme respons desa, simulasi kebencanaan, hingga pelatihan penanganan awal kondisi darurat.

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap sesuai karakteristik dan kebutuhan setiap desa. Setelah diinisiasi di Desa Bonelemo dan Ulusalu pada 2024, program diperluas ke Desa Boneposi, Tolajuk, dan pada 2026 menjangkau Desa Kadundung sebagai bagian dari upaya membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan di wilayah Latimojong.

Di Desa Kadundung, warga mendapatkan pembekalan mengenai mitigasi bencana, mekanisme koordinasi saat keadaan darurat, serta penyusunan respons desa. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pertolongan pertama yang dipandu oleh tim PMI bersama Emergency Response Team (ERT) PT Masmindo Dwi Area. Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan penanganan korban, prosedur evakuasi awal, hingga koordinasi antarunsur desa saat menghadapi kondisi darurat.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, mengatakan penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan operasional pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Bagi MDA, keselamatan tidak hanya menjadi budaya di lingkungan kerja, tetapi juga nilai yang ingin kami tumbuhkan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. Karena itu, melalui Jaga Keselamatan Desa kami terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat agar setiap desa memiliki kapasitas yang semakin baik dalam mengenali risiko, menyusun mekanisme respons, dan bertindak cepat ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Mustafa.

Ketua PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo, Dr. Ichwan Muis, menilai ketangguhan desa hanya dapat dibangun melalui pendampingan yang berkelanjutan sehingga kesiapsiagaan menjadi budaya masyarakat.

“Ketangguhan desa tidak dibangun dalam satu pelatihan, tetapi melalui proses belajar, latihan, dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten. Ketika masyarakat memahami risiko di wilayahnya, mengetahui peran masing-masing, dan terbiasa berlatih bersama, maka kemampuan desa dalam menghadapi bencana akan semakin kuat,” kata Ichwan.

Kepala Desa Kadundung, Parambung, mengapresiasi kolaborasi MDA bersama PUSPENA UNCP, BPBD Kabupaten Luwu, dan PMI dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

“Kami merasakan manfaat yang nyata dari program ini. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan langsung langkah-langkah penanganan darurat. Kegiatan seperti ini membuat masyarakat semakin memahami bagaimana harus bertindak, saling berkoordinasi, dan membantu sesama ketika menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

MDA menegaskan pembangunan desa tangguh merupakan investasi sosial jangka panjang. Melalui Program Jaga Desa, perusahaan berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar desa-desa di wilayah operasional memiliki kapasitas yang semakin baik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi bencana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini