oleh

Cuaca Ekstrem, Bupati Luwu Minta Agar Camat Tidak Tidur Nyenyak

LUWU, TEKAPE.co – Pemerintah Kabupaten(Pemkab)
Luwu intens memantau perkembangan kondisi cuaca yang tergolong ekstrem ,akibat musim hujan yang saat ini sedang melanda wilayah Luwu.

Terkait cuaca ekstrem yang rawan terjadi bencana alam berupa banjir maupun tanah longsor, Badan Penanggulang an Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, menggelar rapat kordinasi (Rakor) Siaga Bencana dipimpin langsung Bupati Luwu H Basmin Mattayang dan Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak, dihadiri pula Dandim 1403 Sawerigading Palopo Letkol Inf Gunawan dan Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso.

Bupati Luwu H Basmin Mattayang dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, jajaran Pemkab Luwu perlu segera mengambil langkah-langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, khususnya mengantisipasi terjadinya bencana alam yang bisa menimbulkan korban jiwa dan kerugian material.

“Cuaca ekstrim ini ditandai dengan hujan deras yang berpotensi menghadirkan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Tetapi kita perlu berdoa semoga bencana tidak datang. Namun kita juga harus melakukan kesiap siagaan,” ungkap Basmin.

Menghadapi kerawanan bencana alam, Bupati Luwu meminta agar Camat tidak tidur nyenyak saat hujan turun dan harus siap siaga 1 x 24, dengan membentuk posko.

”Bencana alam ini selalu terjadi akibat kerusakan ekosistem lingkungan, termasuk hutan kita akibat pembalakan hutan. Terbukti chatcman area PDAM kita rusak sehingga debit air kita sedikit. Dilain sisi berpotensi dan memberi ancaman banjir dan tanah longsor. Untuk itu saya minta Camat berkordinasi dengan kepala desa. Jangan tidur nyenyak. Camat harus tahu wilayahnya dan segera laporkan kalau ada kemungkinan terjadi bencana sehingga bisa diambil langkah antisipatif,” kata Basmin.

Sementara itu Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak mengatakan, Camat yang diminta harus siaga diharapkan sesegera mungkin membentuk posko terpadu diwilayahnya masing-masing, dimana Posko tersebut harus disiagakan tim terpadu bukan hanya dari tim penanggulangan bencana, tetapi dari berbagai unsur termasuk tim medis/kesehatan.

” Semua unsur harus ada hadir di Posko, termasuk tim tanggap darurat, tim kesehatan juga harus ada, PMI dan unsur lainnya. Camat saya minta untuk segera rapat bersama aparatnya dan para kepala desa demi menyikapi pertemuan kita ini,” kata Syukur Bijak.

Sementara itu, Kepala BPBD Luwu Rahman Mandaria, mengatakan Rakor Siaga Bencana dan Pembentukan Posko Terpadu ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrim dibulan Januari-Februari dan menghindari jatuhnya korban dan menfhadirkan peran pemerintah.

”Pak Bupati Luwu pada bulan November lalu mengeluarkan surat edaran dengan nomor 360/294/BPBD/XII/2019 untuk siaga menghadapi cuaca ekstrim. Selain membangun Posko, Bupati Luwu dalam surat edaran itu mengharapkan Camat dan Kepala Desa/lurah untuk membangun jejaring komunikasi untuk kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi cuaca ektrim ini,” kata Rahman Mandaria. (*)

Komentar

Berita Terkait