Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Rekonstruksi Pembunuhan Pemuda Tikala Memanas, Keluarga Korban Geram Kejar Tersangka

Pihak keluarga tampak histeris melihat rekonstruksi pembunuhan Elius Sonda di Halaman kantor Polres Toraja Utara, Senin (10/08/2026) siang. (ist)

RANTEPAO, TEKAPE.co — Rekonstruksi kasus pembunuhan pemuda asal Tikala, Toraja Utara, Elius Sonda Randanan (19), berlangsung tegang.

Puluhan keluarga korban yang datang menggunakan empat mobil truk memadati lokasi rekonstruksi di halaman belakang Polres Toraja Utara, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 41 adegan diperagakan dalam rekonstruksi yang menghadirkan tiga tersangka, masing-masing berinisial CU, ES, dan PI.

BACA JUGA:
Polres Toraja Utara Ringkus Tiga Pelaku Pembunuhan Pemuda Tikala, Motif Dendam Lama Terungkap

Namun, proses reka ulang tersebut tak berjalan mulus. Emosi keluarga korban pecah setelah melihat sejumlah adegan yang diperagakan para tersangka.

Suasana semakin memanas ketika salah satu tersangka mengucapkan kalimat yang membuat keluarga korban tersulut emosi.

“Saya tikam kau, matilah kau.”

Ucapan tersebut sontak memicu kemarahan kerabat korban. Sejumlah keluarga bahkan berusaha mengejar tersangka yang sedang menjalani rekonstruksi.

Petugas keamanan langsung melakukan pengamanan ketat untuk mencegah keributan meluas. Situasi akhirnya dapat dikendalikan dan kembali kondusif.

Salah seorang kerabat korban tampak menangis histeris. Ia tak kuasa melihat reka ulang peristiwa yang menyebabkan saudara laki-lakinya meregang nyawa.

Menurut pihak keluarga, sejumlah adegan dalam rekonstruksi justru memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar tindak pidana spontan.

“Dari adegan tadi dilihat memang mereka merencanakan. Artinya ini masuk pembunuhan berencana. Kami keluarga dan segenap masyarakat meminta agar para pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujarnya.

Dalam rekonstruksi juga diperagakan rangkaian peristiwa sebelum pembunuhan. Polisi turut mengungkap bahwa beberapa tersangka sempat mengonsumsi tuak atau ballo sebelum kejadian.

Puluhan adegan tersebut dilakukan untuk memperjelas kronologi sekaligus mencocokkan keterangan para tersangka dengan fakta dan bukti yang telah dikumpulkan penyidik.

Bagi keluarga korban, rekonstruksi bukan sekadar melihat ulang kejadian. Mereka ingin seluruh fakta di balik kematian ER terungkap terang dan proses hukum berjalan tanpa tebang pilih.

Keluarga juga meminta kepolisian mengusut secara menyeluruh dugaan adanya perencanaan dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat, memastikan pihaknya akan mengawal perkara tersebut hingga seluruh proses hukum berjalan.

“Pasti semua kita kawal kasus apa pun itu, terutama perkara ini. Kiranya keluarga dan masyarakat tetap mempercayakan kasus ini kepada kami,” tuturnya.

Hingga kini, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut, yakni CU, ES, dan PI.

Rekonstruksi berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian guna memastikan seluruh adegan dapat diperagakan dan proses penyidikan berjalan aman. (Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini