oleh

Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi, Akademisi Luwu Minta Pemerintah Hadir di Tengah Masyarakat

LUWU, TEKAPE.co – Pemerintah Republik Indonesia merencanakan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi Pertalite dan Solar.

Menurut pemerintah, harga BBM subsidi saat ini telah membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 502 triliun, untuk keperluan subsidi dan kompensasi bagi BBM, gas, dan listrik.

Akademisi Luwu, Hajaruddin Anshar, mengatakan, terkait dengan rencana kenaikan harga BBM subsidi harus dicermati dengan baik oleh pemerintah. Apalagi perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih di situasi pandemi covid-19.

Selain itu pemerintah juga harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan daya beli masyarakat, dan harga bahan Pokok di pasaran tetap stabil.

“Masyarakat kelas menengah rentan terdampak rencana kenaikan harga BBM subsidi, mereka akan mengeluarkan biaya lebih besar dari biasaya sehingga akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Karena otomatis jika BBM naik maka kebutuhan bahan pokok juga dipastikan akan naik,” ujarnya.

Di samping itu, kata Hajar, hampir semua sektor itu menggunakan BBM misalnya saja sektor Pertanian, Perikanan, Jasa, dan lain sebagainya, mulai pengelolaan dan hasil produksi mereka menggunakan BBM bersubsidi baik itu Pertalite atau Solar.

“Kalaupun kenaikan BBM ini dilakukan,Pemerintah harus mekakukan evaluasi mendasar apakah selama ini subsidi BBM telah tepat sasaran dan dilakukan kontrol. Misalnya di sektor pertanian masyarakat sangat membutuhkan BBM subsidi seperti solar, tapi ada beberapa kasus dimana solar menjadi langka karena adanya bisnis ilegal BBM bersubsidi,” katanya.

Komentar

Berita Terkait