Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Andi Sudirman soal Jalan Ditanami Pisang: Makin Banyak, Makin Tak Saya Kerjakan

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan pemerintah tetap memprioritaskan pembangunan jalan berdasarkan perencanaan, bukan karena aksi protes seperti penanaman pohon pisang di ruas jalan rusak. (ist)

MAROS, TEKAPE.co – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menegaskan tidak akan menjadikan aksi tanam pohon pisang di jalan rusak sebagai dasar menentukan prioritas pembangunan.

Menurutnya, pemerintah tetap bekerja berdasarkan perencanaan yang telah disusun.

Pernyataan itu disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri rapat paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Maros di Kantor DPRD Maros, Selasa (7/7/2026).

BACA JUGA: HiLo Strong Fest 2026 Ajak Warga Makassar Mulai ‘Nabung Otot’, Edukasi Pentingnya Jaga Massa Otot Sejak Muda

“Sudah banyak di TikTok protes. Ini saja kita bangun jalan 1.000 km, perencanaannya masih banyak tanam pisang. Kenapa? Karena ada yang bocorkan jumlah jalan. Saya bilang semakin tanam pisang semakin saya tidak kerja,” kata Andi Sudirman.

Dia mengaku tidak ingin muncul anggapan bahwa aksi protes tertentu dapat mengubah prioritas pembangunan. Sebab, hal itu dikhawatirkan memicu aksi serupa di berbagai daerah.

Andi Sudirman kemudian menyinggung proyek pembangunan stadion yang sempat tertunda selama tiga tahun akibat demonstrasi.

BACA JUGA: Mantan Bupati Arifin Junaidi Tutup Usia, Luwu Utara Kehilangan Salah Satu Tokoh Pembangunan

“Bayangkan kalau demo semua yang lain, saya tersiksa Pak,” ujarnya.

Dia menegaskan seluruh program pembangunan, termasuk infrastruktur jalan, tetap mengacu pada kemampuan anggaran dan perencanaan pemerintah.

“Kita bekerja sesuai dengan perencanaan dan program. Kalau cukup uang saya akan kerjakan semua bahkan dengan pakai emas kalau perlu,” tambahnya.

Andi Sudirman juga mengungkapkan pernah ada proyek jalan yang kehilangan sebagian alokasi dana dari pemerintah pusat setelah polemik di lapangan mencuat.

Menurutnya, bantuan yang semula senilai Rp110 miliar sempat turun menjadi Rp48 miliar sebelum akhirnya ditambah Rp30 miliar melalui APBD sehingga total anggaran menjadi Rp78 miliar.

Jalan Pernah Ditanami Pohon Pisang

Aksi menanam pohon pisang di jalan rusak sebelumnya sempat terjadi di ruas jalan provinsi poros Soppeng-Sidrap, tepatnya di Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, pada 17 Juli 2023.

Saat itu warga menanam dua pohon pisang di tengah jalan berlubang sebagai bentuk protes lantaran kerusakan jalan tak kunjung diperbaiki.

Video aksi tersebut viral di media sosial.

“Orang tanam pisang bukan di kebun, tapi di tengah jalan,” kata seorang pria dalam video tersebut.

“Barusan ku, selama hidupku di Indonesia, dapat pohon pisang yang berbuah di tengah jalan,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini