Peringati Hari Lingkungan Hidup, PT Vale dan Stakeholder Hijaukan SMKN 9 Kolaka dengan Puluhan Pohon
KOLAKA, TEKAPE.co – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan terus diperkuat PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, perusahaan tambang nikel tersebut menggelar aksi penanaman puluhan pohon di lingkungan SMKN 9 Kolaka, Kecamatan Pomalaa, Senin.
Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kecamatan Pomalaa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Pemerintah Desa Pesouha, mitra kerja PT Vale, hingga para guru dan siswa SMKN 9 Kolaka.
Manager Environment & Operational Permit PT Vale IGP Pomalaa, Firman Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas kontribusi pelestarian lingkungan tidak hanya di area operasional tambang, tetapi juga di tengah masyarakat.
Menurutnya, penanaman pohon merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi risiko perubahan iklim di masa depan.
“Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga lingkungan. Tidak hanya di kawasan tambang, tetapi juga di ruang-ruang publik dan lingkungan tempat tinggal,” ujar Firman.
Ia menegaskan, PT Vale selama ini konsisten menjalankan program revegetasi di wilayah operasional.
Namun, perusahaan juga merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan manfaat lingkungan yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Marsukat Triadi.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan dan ekonomi.
Marsukat mengungkapkan, tantangan terbesar saat ini adalah mengembalikan fungsi ekologis lahan yang telah terbuka akibat berbagai aktivitas pemanfaatan sumber daya alam.
Ia bahkan mencontohkan pengelolaan lingkungan yang dilakukan PT Vale di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang menurutnya mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan dengan keberlangsungan sektor pertanian dan ekosistem sekitar.
“Ke depan, tantangan lingkungan seperti perubahan cuaca ekstrem dan banjir musiman harus menjadi perhatian bersama. Karena itu diperlukan kolaborasi semua pihak agar pembangunan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan,” katanya.
Selain penanaman pohon, Marsukat juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan budaya pengelolaan sampah dari rumah tangga.
Ia menekankan pentingnya memilah sampah organik dan anorganik guna mengurangi beban lingkungan serta meningkatkan nilai guna limbah yang dihasilkan.
Melalui aksi penghijauan tersebut, PT Vale IGP Pomalaa berharap kesadaran menjaga lingkungan semakin tumbuh di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. (*)





Tinggalkan Balasan