Kebakaran Gunung Nona Enrekang, 10 Are Hutan Pinus Hangus Diduga akibat Sisa Api Memasak
ENREKANG, TEKAPE.co – Kebakaran hutan melanda kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026) sore. Kobaran api membakar tanaman pinus dan sejumlah pepohonan lainnya di kawasan hutan lindung.
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 are. Api sempat merambat di kawasan tersebut sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Enrekang Amiruddin mengatakan, lokasi kebakaran berada di kawasan hutan lindung yang telah dipagari Dinas Kehutanan.
BACA JUGA: Ngaku Debt Collector, Motor Warga Morowali Malah Dijual, 8 Unit Diamankan
“Kawasan yang terbakar merupakan area hutan lindung yang dipagari oleh Dinas Kehutanan hingga ke bagian bawah, sehingga tidak ada lahan masyarakat di dalam kawasan itu. Ada sekitar 10 are yang terdampak,” kata Amiruddin, Minggu (16/8/2026).
Menurut dia, kebakaran diduga bermula dari aktivitas warga di sekitar kaki Gunung Nona. Api kemudian merambat ke kawasan hutan dan membakar vegetasi yang ada.
“Kebakaran ini diduga disebabkan oleh kelalaian masyarakat pada saat beraktivitas di pinggir gunung. Api merambat dan membakar tanaman pinus serta pohon-pohon lainnya di kawasan tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA: Pasar Malam di Lapangan Suli Diduga Tarik Rp1 Juta per Bulan dari UMKM
Amiruddin menyebutkan, di bagian bawah kawasan Gunung Nona terdapat aliran sungai yang debit airnya sedang surut. Kondisi itu membuat kawasan tersebut kerap didatangi warga untuk melakukan aktivitas, termasuk memancing.
“Itu ada sungai dan airnya sedang surut jadi gampang untuk masyarakat mencari ikan. Diduga ada aktivitas masyarakat yang memancing di tepi sungai di bawah kawasan Gunung Nona, mungkin meninggalkan sisa api, sisa masak-masak,” paparnya.
Penanganan kebakaran dilakukan dengan membagi personel ke dalam dua area. Petugas dari Dinas Kehutanan masuk ke kawasan yang terbakar untuk menangani titik api, sedangkan BPBD Enrekang berjaga di bagian luar.
Pembagian tugas tersebut dilakukan untuk mencegah api menjalar ke permukiman warga yang berada di sekitar kaki Gunung Nona.
“Kami dari BPBD fokus menjaga di area luar untuk mengantisipasi agar api tidak meluas ke pemukiman warga yang berada di sekitar kaki Gunung Nona. Beruntung api cepat dihalau dan dipadamkan sehingga tidak sampai berdampak serius ke pemukiman,” terang Amiruddin. (*)





Tinggalkan Balasan