Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Warga Masiku Titip Infrastruktur Strategis, Aripin Diminta Kawal Jalan hingga Bendungan Bantilang

Anggota DPRD Luwu Timur, Aripin. (ist)

LUWU TIMUR, TEKAPE.coPersoalan konektivitas wilayah dan kebutuhan infrastruktur dasar menjadi sorotan dalam reses Anggota DPRD Luwu Timur, Aripin, di Desa Masiku, Kecamatan Towuti, Sabtu (16/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga tidak hanya menyampaikan kebutuhan pembangunan di tingkat desa, tetapi juga menitipkan sejumlah agenda strategis yang dinilai penting untuk membuka akses dan menggerakkan perekonomian kawasan Towuti.

Salah satu yang paling mendapat perhatian adalah pembangunan jalan poros Mahalona–Bantilang–Masiku.

Jalur ini dinilai memiliki posisi strategis karena menghubungkan sejumlah wilayah dan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus membuka akses distribusi hasil pertanian.

Warga berharap pembangunan ruas tersebut tidak berhenti sebagai wacana, tetapi terus dikawal hingga masuk dalam agenda pembangunan pemerintah.

Di tingkat Desa Masiku, masyarakat juga meminta dukungan pembangunan Masjid Raya Masiku, proteksi jalan poros Masiku, serta pembangunan jalan produksi yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Kebutuhan sarana pertanian turut disampaikan melalui usulan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Sementara pembangunan Bendungan Bantilang dinilai menjadi salah satu kebutuhan strategis untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Tak hanya infrastruktur dan pertanian, warga juga mendorong percepatan pembangunan Rumah Sakit Towuti.

Keberadaan rumah sakit dinilai penting untuk memangkas jarak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, terutama bagi warga Towuti dan wilayah sekitarnya.

Aripin mengatakan, berbagai aspirasi tersebut akan menjadi catatan untuk diperjuangkan melalui DPRD sesuai kewenangan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.

“Tidak semua aspirasi bisa langsung direalisasikan. Tetapi apa yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan kawal agar menjadi bagian dari perencanaan pembangunan,” kata Aripin.

Ketua DPD II Partai Golkar Luwu Timur itu menilai, pembangunan jalan, bendungan, sarana pertanian dan fasilitas kesehatan tidak dapat dilihat secara parsial.

Menurutnya, konektivitas jalan akan membuka akses masyarakat dan distribusi hasil produksi.

Sementara dukungan irigasi, alsintan dan bendungan akan memperkuat sektor pertanian. Di sisi lain, fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan dasar yang tidak kalah penting.

“Kalau akses jalan bagus, produksi masyarakat bisa lebih mudah keluar. Kalau pertanian didukung dengan irigasi dan sarana yang memadai, tentu ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Karena itu, semua ini harus dikawal secara bersama,” ujarnya.

Selain menyerap aspirasi pembangunan, Aripin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan.

Ia menyosialisasikan larangan perambahan kawasan hutan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, termasuk ketentuan mengenai sanksi bagi pelanggaran.

Bagi Aripin, agenda reses tidak semata-mata menjalankan kewajiban konstitusional sebagai anggota DPRD.

Pertemuan langsung dengan masyarakat menjadi ruang untuk mengetahui persoalan di lapangan sekaligus menjaga komunikasi dengan konstituen.

“Bagi saya, reses juga menjadi momentum untuk kembali bertemu masyarakat, bersilaturahmi dan mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka,” katanya.

Pertemuan di Masiku berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Sejumlah warga yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan Aripin mengenai kebutuhan pembangunan di desa maupun agenda strategis yang menyangkut masa depan kawasan Towuti. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini