Gudang Penimbunan Solar-Pertalite Digerebek di Bulukumba, 2 Orang Diamankan
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Polisi menggerebek lokasi yang diduga dijadikan tempat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar di Jalan Puyuh, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Penggerebekan dilakukan personel Polsek Ujung Bulu bersama Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Bulukumba pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 11.05 WITA. Dalam operasi tersebut, dua orang diamankan bersama sejumlah barang bukti.
Kasi Humas Polres Bulukumba Iptu Rahmat Kurniawan mengatakan pengungkapan itu bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas penimbunan BBM di lokasi tersebut.
BACA JUGA: Pria di Makassar Kepergok Nyelonong ke Kos Perempuan, Sempat Diikat di Pohon
“Setelah menerima informasi dari masyarakat, Kapolsek Ujung Bulu Iptu Rudi Adri Purwanto bersama Kanit Reskrim Ipda Kamaruddin, S.H., dan personel unit Tipditer langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,” ujar Iptu Rahmat.
Petugas kemudian mendatangi lokasi yang dimaksud. Di sana, polisi menemukan dua orang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penimbunan BBM.
Selain mengamankan kedua orang tersebut, polisi menyita satu unit mobil pikap, puluhan jerigen yang diduga berisi Solar dan Pertalite, serta sejumlah barang bukti lainnya.
BACA JUGA: Pelarian 16 Hari Berakhir, Pelaku Sayat Mantan Istri 10 Kali Ditangkap di Sulteng
BBM Dibeli dari SPBU
Dari pemeriksaan awal, salah seorang terduga pelaku mengaku BBM tersebut diperoleh dengan cara membeli di sejumlah SPBU yang berada di wilayah hukum Polsek Ujung Bulu.
BBM yang dibeli menggunakan kendaraan pikap itu kemudian diduga dibawa ke tanah kosong yang disewa untuk dijadikan tempat penyimpanan.
Di lokasi tersebut, BBM dari tangki kendaraan diduga dipindahkan ke dalam jerigen. Polisi menemukan penggunaan alat penyedot yang telah dimodifikasi dan dilengkapi selang untuk memindahkan BBM.
Setelah jumlah BBM dianggap cukup, barang tersebut diduga kembali diangkut untuk dijual kepada masyarakat maupun pemilik usaha di wilayah Kecamatan Kajang dengan harga lebih tinggi.
Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan tersebut. Penyidik masih memastikan asal-usul BBM, modus yang digunakan, keterlibatan masing-masing pihak, hingga tujuan akhir penjualan BBM tersebut.





Tinggalkan Balasan