Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Tim LONTARA PPK ORMAWA Unhas Perkuat Mitigasi Bencana di Desa Lonjoboko Gowa

Foto bersama dalam kegiatan visitasi Universitas Hasanuddin bersama Tim LONTARA, perangkat Desa Lonjoboko, dan Ormawa SPACE FT-UH di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, Minggu (23/8/2026). (ist)

GOWA, TEKAPE.co – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana tanah longsor terus dilakukan tim LONTARA Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Student Planning Society Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (SPACE FT-UH).

Program tersebut mendapat kunjungan visitasi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu melibatkan dosen Universitas Hasanuddin, dosen pendamping tim, organisasi mahasiswa (Ormawa), serta perangkat Desa Lonjoboko.

Kelompok pemuda dan masyarakat desa juga turut hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pemantauan pelaksanaan program LONTARA.

Salah satu dosen Unhas, Husnul Mubarak, S.TP., M.Si., mengatakan visitasi dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan program yang telah dijalankan tim selama tiga bulan.

“Tim Universitas datang untuk memastikan program yang direncanakan tim pelaksana selama 3 bulan ini sudah sesuai atau belum, melihat situasi Desa Lonjoboko, dan bagaimana tindak lanjut dari program PPK ORMAWA,” jelas Husnul.

Tinjau Konservasi hingga Sistem Peringatan Dini Longsor

Dalam visitasi tersebut, terdapat sejumlah agenda yang dilakukan tim Unhas bersama masyarakat Desa Lonjoboko.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke lahan konservasi. Dalam kesempatan itu, dilakukan penyerahan bibit pohon kepada Pemerintah Desa Lonjoboko sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan konservasi lingkungan.

Rombongan kemudian menyusuri wilayah desa untuk melihat secara langsung pemasangan sejumlah plang jalur evakuasi bencana dan titik kumpul yang telah ditempatkan di sepanjang jalan desa.

Rangkaian kegiatan selanjutnya dipusatkan di aula Kantor Desa Lonjoboko.

Di lokasi tersebut, tim melakukan peninjauan sekaligus diskusi mengenai pengoperasian Landslide Early Warning System (LEWS), yakni alat pendeteksi dini tanah longsor yang dirakit oleh tim LONTARA.

Selain sistem peringatan dini, tim juga memperkenalkan dan membahas peta rawan bencana yang menjadi salah satu hasil inisiatif mahasiswa dalam program tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini