Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Tiga Tahun Tanpa Kejelasan, Polisi Bentuk Tim Khusus Ungkap Misteri Hilangnya Stoner di Toraja

Kapolres Toraja Utara, AKBP Yoseph Adi R Sudrajat. (erlin/tekape.co)

RANTEPAO, TEKAPE.co – Tiga tahun lebih berlalu, tetapi jejak Stoner Sammen, remaja berusia 16 tahun asal Sa’dan Malimbong, Kabupaten Toraja Utara, masih menjadi tanda tanya besar bagi keluarganya.

Stoner terakhir kali diketahui berada di kawasan Tagari Lampan, Kecamatan Tallunglipu, pada akhir Maret 2023.

Malam itu, ia disebut tengah berboncengan sepeda motor bersama seorang temannya.

Namun perjalanan tersebut berubah menjadi peristiwa yang hingga kini menyisakan luka dan tanda tanya.

Stoner diduga dikejar sekelompok orang tidak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam di kawasan Lampan.

Dalam situasi tersebut, remaja itu disebut kemudian melompat ke aliran Sungai Sa’dan.

Sejak saat itu, Stoner tak pernah kembali.

Waktu terus berjalan. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Namun keberadaan Stoner maupun kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada malam tersebut belum juga terungkap.

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik setelah keluarga korban mempertanyakan kejelasan penanganan perkara tersebut.

Belakangan, polisi juga melakukan peninjauan ulang di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan Stoner.

Di tengah kembali mencuatnya kasus tersebut, Kapolres Toraja Utara yang baru, AKBP Yoseph Adi R Sudrajat, memastikan perkara hilangnya Stoner menjadi perhatian serius kepolisian.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres saat Coffee Morning bersama insan pers, Jumat (21/8/2026) siang.

Yoseph mengungkapkan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengusut kembali kasus tersebut. Sejumlah saksi juga telah diperiksa.

“Saat ini kita sudah periksa 14 saksi dan sementara dalam penyidikan. Masalah tenggat waktu kita belum bisa pastikan, namun kami berupaya secepatnya agar tim kami bisa menemukan penyebab hilangnya Stoner,” kata AKBP Yoseph.

Langkah tersebut menjadi babak baru dalam pencarian jawaban atas misteri hilangnya remaja tersebut.

Sebab, bagi keluarga, yang dicari bukan sekadar keberadaan Stoner. Mereka juga ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebelum remaja itu menghilang di Sungai Sa’dan.

Malam yang Tak Pernah Dilupakan

Lisa Tanduk, ibu Stoner, mengaku hingga kini tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan anaknya sampai dikejar dan kemudian diduga melompat ke sungai.

Dia hanya mengetahui informasi dari sejumlah teman korban yang berada bersama Stoner sebelum kejadian.

Menurut Lisa, saat itu Stoner berboncengan menggunakan sepeda motor bersama seorang temannya menuju wilayah Lampan, Kecamatan Tallunglipu.

Setelah itu, kabar mengenai Stoner berubah menjadi berita kehilangan.

Keluarga kemudian menjalani hari-hari panjang dalam ketidakpastian. Tidak ada kepastian tentang keberadaan Stoner, sementara pertanyaan mengenai siapa yang mengejar dan apa yang terjadi sebelum ia masuk ke Sungai Sa’dan terus menghantui.

Kini, setelah lebih dari tiga tahun, kepolisian kembali membuka ruang penyelidikan dengan membentuk tim khusus dan memeriksa sedikitnya 14 saksi.

Bagi keluarga Stoner, langkah tersebut menjadi harapan baru agar misteri yang selama ini menggantung akhirnya menemukan ujung.

(Erlin)


https://youtube.com/shorts/TbXnpMmxwco?si=mELPLwo1kfcFhuLA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini