Polres Luwu Edukasi Siswa SMKN 2 Luwu tentang AI dan Ancaman Kejahatan Siber
LUWU, TEKAPE.co – Polres Luwu mengedukasi 53 siswa SMK Negeri 2 Luwu tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Edukasi yang juga membahas ancaman kejahatan siber itu digelar di Laboratorium Komputer SMKN 2 Luwu, Kelurahan Tampumia Radda, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Edukasi Paham Artificial Intelligence Polres Luwu untuk meningkatkan literasi digital generasi muda. Selain memahami perkembangan AI, para siswa dibekali pengetahuan mengenai risiko dan keamanan saat beraktivitas di ruang digital.
Kegiatan dibuka Kabag SDM Polres Luwu AKP Yosep Dendang. Materi mengenai kejahatan siber atau cyber crime disampaikan Briptu Hajar Aswad Aswad, S.H., M.H. Sementara materi Paham AI diberikan Tim Trainer Paham AI Polres Luwu yang terdiri atas AKP Muhammad Ibnu Ronbani, S.Tr.K., S.I.K., IPTU Mochammad Ryan Kurniawan, S.Tr.K., Briptu Hajar Aswad Aswad, S.H., M.H., Bripda Andi Afriza Dwi Alga, S.P., dan Bripda Muhammad Arham.
Edukasi kejahatan siber diberikan untuk meningkatkan kewaspadaan siswa terhadap berbagai ancaman dan modus kejahatan di ruang digital. Adapun materi AI diarahkan agar pelajar memahami perkembangan teknologi sekaligus mampu menggunakannya secara bijak untuk kebutuhan yang positif dan produktif.
“Teknologi, termasuk Artificial Intelligence, harus dipahami dan dimanfaatkan secara bijak. Kami ingin para siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai manfaat, risiko serta pentingnya keamanan dalam penggunaannya,” ujar AKP Yosep Dendang.
Menurut dia, edukasi AI penting untuk memperkenalkan perkembangan teknologi kepada pelajar sekaligus membangun kesadaran mengenai penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
“Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi para siswa menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat,” katanya.
Untuk mengukur pemahaman peserta, kegiatan dilengkapi pretest dan post-test. Para siswa kemudian mengikuti sesi cerita interaktif yang memberi kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi serta menyampaikan pemahaman dan pengalaman dalam menggunakan teknologi digital.
Sebanyak 53 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut juga memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam Program Edukasi Paham Artificial Intelligence.
Melalui program ini, Polres Luwu tidak hanya menempatkan literasi digital sebagai upaya memperkenalkan teknologi kepada pelajar, tetapi juga mendorong kesadaran mengenai etika, keamanan, risiko, dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi digital. (*)





Tinggalkan Balasan