TH Parepare Dampingi Petani Rumput Laut di Luwu, Dorong Pengolahan Pascapanen Bernilai Tambah
LUWU, TEKAPE.co – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Parepare menggelar program pemberdayaan petani rumput laut di Desa Mario, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada 4–5 Juli 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada penerapan teknologi tepat guna dan pelatihan pengolahan pascapanen guna meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut sekaligus membantu petani menghadapi tantangan gagal panen.
Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas produksi dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
BACA JUGA: Unhas Latih Peternak Bone Produksi Pakan Fitobiotik, Dorong Peternakan Sehat dan Berkelanjutan
Selama kegiatan berlangsung, tim PKM ITH Parepare memberikan pendampingan kepada petani, mulai dari pengenalan teknologi budidaya dan pengolahan hasil panen hingga teknik pengemasan produk agar lebih menarik dan memiliki daya saing di pasar.
Petani juga memperoleh pelatihan mengolah rumput laut menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani pada penjualan bahan baku mentah yang selama ini membuat harga jual sangat dipengaruhi tengkulak dan fluktuasi pasar.
Ketua Tim PKM ITH Parepare menjelaskan, program tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi petani, seperti rendahnya nilai jual rumput laut, minimnya pengetahuan mengenai pengolahan pascapanen, serta risiko gagal panen akibat perubahan cuaca dan kondisi lingkungan budidaya.
Melalui penerapan teknologi tepat guna, petani diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil produksi sekaligus memperoleh alternatif sumber pendapatan melalui produk olahan rumput laut.
Selain memberikan pelatihan teknis, tim PKM juga mendorong petani membangun pola kerja kelompok yang lebih terorganisasi.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mendukung proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengembangan produk secara berkelanjutan.
Petani juga diperkenalkan pada pentingnya menjaga standar kebersihan, kualitas bahan baku, dan konsistensi mutu produk agar mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.
Program ini mendapat sambutan positif dari para petani. Mereka menilai pendampingan yang diberikan memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari, sekaligus membuka peluang meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya rumput laut.
Ke depan, Tim PKM ITH Parepare menyatakan akan terus melaksanakan program pendampingan kepada masyarakat pesisir melalui kegiatan pengabdian yang berkelanjutan.
Perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi mitra strategis masyarakat dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat perekonomian lokal. (*)






Tinggalkan Balasan