Tekape.co

Jendela Informasi Kita

SMKN 1 Siborongborong Lantik 4 Penegak Bantara di Hari Pramuka

Pembina Gugus Depan, Juli Anggiat Pandapotan Napitupulu, S.Pd. (memegang mikrofon), Kepala SMK Negeri 1 Siborongborong, J. Harapan P. Silitonga, S.Pd. (mengenakan peci), saat prosesi penyiraman air kembang kepada calon Penegak Bantara dalam rangka pelantikan, (Dok: Abednego Manalu)

TAPUT, TEKAPE.co – Memperingati Hari Pramuka yang jatuh setiap 14 Agustus, SMK Negeri 1 Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, menggelar pelantikan Penegak Bantara, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lapangan SMK Negeri 1 Siborongborong tersebut diikuti para siswa, guru, serta pengurus dan pembina Pramuka. Meski diguyur gerimis, rangkaian pelantikan tetap berlangsung khidmat dan penuh semangat.

Sebanyak empat anggota Pramuka dilantik sebagai Penegak Bantara, terdiri dari satu putra dan tiga putri. Mereka yakni Rafael Sianturi dari kelas XI TBSM 1, serta Juliani Lubis, Rusma Nababan, dan Naura Aritonang yang masing-masing berasal dari kelas XI TKJ 1 dan XI ATPH 1.

BACA JUGA: Sesuai Instruksi Dinas Pendidikan Sumut, SMA PGRI 20 Siborongborong Semarakkan HUT RI

Pembina Gugus Depan SMK Negeri 1 Siborongborong, Juli Anggiat Pandapotan Napitupulu, S.Pd., menjelaskan, pelantikan Penegak Bantara merupakan bagian dari pembinaan karakter sekaligus proses pembentukan kader bangsa yang memiliki kepribadian tangguh, disiplin, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat dan lingkungan.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter. Kami berharap mereka mampu menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujar Juli.

Dalam prosesi pelantikan, terdapat sejumlah rangkaian simbolis yang memiliki makna tersendiri. Salah satunya adalah penyiraman air kembang di kepala calon Penegak Bantara sebagai simbol pembersihan diri dari kehidupan dan kekeliruan masa lalu untuk memasuki kehidupan baru.

BACA JUGA: Tornado’s Club Lima Tahun Berturut-turut Jadi Penggerak Festival Drum Band Taput

Selanjutnya dilakukan penumpangan tangan di kepala atau rambut. Menurut Juli, prosesi tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk penghinaan terhadap calon Penegak Bantara, melainkan sebagai simbol pemberkatan dan doa agar perjalanan hidup mereka ke depan semakin baik, sukses serta senantiasa memperoleh berkat Tuhan.

Untuk calon Penegak Bantara putri, diberikan sekuntum atau rangkaian bunga. Bunga tersebut menjadi simbol bahwa seseorang diharapkan mampu memberikan keharuman, keindahan dan manfaat bagi lingkungan di mana pun berada.

“Bunga tidak hanya memberikan keharuman kepada orang yang merawatnya, bahkan kepada orang yang merusaknya pun tetap memberikan keharuman. Demikian juga kami berharap para Penegak Bantara putri nantinya mampu memberikan kelebihan, keindahan dan manfaat bagi lingkungan, keluarga, bangsa dan negara,” jelasnya.

Sementara bagi Penegak Bantara putra diberikan simbol berupa tongkat sebagai gambaran bekal untuk menjalani kehidupan. Tongkat tersebut dimaknai sebagai perlengkapan untuk menghadapi perjalanan ke depan agar mampu menjadi pribadi yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain.

Menurut Juli, Penegak Bantara putra juga diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang kuat, tangguh dan mampu menghadapi berbagai beban, tantangan serta rintangan kehidupan.

“Untuk putra, kami berharap mereka menjadi pria yang tangguh, kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan serta rintangan. Menjadi putra bangsa yang kuat dan membanggakan,” katanya.

Juli menambahkan, setelah pelantikan, keempat Penegak Bantara tersebut akan mengikuti program pemantapan diri dengan berpedoman pada Dasa Dharma Pramuka dan Tri Satya.

“Pesan saya kepada mereka yang baru dilantik, jadilah putra bangsa dan putri Indonesia yang menjadi kebanggaan tanah air Indonesia,” ucapnya.

Saat ini, kegiatan Kepramukaan di SMK Negeri 1 Siborongborong memiliki sekitar 82 anggota. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, khususnya dalam penguatan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Siborongborong, J. Harapan P. Silitonga, S.Pd., mengatakan pihak sekolah memberikan dukungan terhadap seluruh kegiatan Pramuka, baik dari sisi pendanaan, waktu maupun kesempatan bagi siswa untuk berinovasi dan menunjukkan potensi terbaiknya.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan Pramuka di sekolah adalah membentuk siswa agar memiliki kepribadian yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, disiplin serta taat terhadap hukum.

“Di SMK Negeri 1 Siborongborong, kami selalu mendukung seluruh kegiatan Pramuka, baik dari segi dana, waktu maupun kesempatan dalam menunjukkan inovasi yang terbaik bagi sekolah,” ujar Harapan.

Ia menilai kegiatan Pramuka telah memberikan perubahan positif terhadap peserta didik, terutama dalam hal kedisiplinan dan pembentukan karakter.

“Dengan kegiatan Pramuka, semakin nyata banyak perubahan yang terjadi pada peserta didik, terutama dalam hal menjaga kedisiplinan dan memperbaiki citra SMK yang selama ini di tengah masyarakat identik dengan kenakalan remaja,” katanya.

Harapan berharap pembinaan melalui kegiatan Pramuka dapat terus meningkatkan semangat dan kemauan siswa dalam meraih cita-cita.

“Lambat laun tanggapan itu sudah mulai mengarah kepada hal-hal yang baik. Semoga dengan kegiatan ini semakin menambah semangat dan kemauan yang tinggi dalam mencapai cita-cita mereka di kemudian hari,” pungkasnya.

Pelantikan Penegak Bantara tersebut menjadi salah satu momentum Hari Pramuka di SMK Negeri 1 Siborongborong untuk menegaskan kembali peran kegiatan kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta bangsa dan negara.

(Abednego Manalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini