Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Munafri Ganti Plt Dirut PDAM, Tekankan Perbaikan Layanan Air Bersih Makassar

Wali Kota Munafri Arifuddin didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham saat memberikan keterangan terkait pergantian Plt Direksi PDAM Makassar di Balai Kota Makassar. (ist)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Wali Kota Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengganti Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar.

Munafri mengatakan, pergantian dilakukan seiring berakhirnya masa jabatan pejabat sebelumnya.

Ia menyebut, Plt Dirut sebelumnya, Hamzah Ahmad, telah menjabat selama satu tahun sejak ditunjuk pada April 2025.

BACA JUGA: Bupati Bulukumba Ikuti Rakornas, Bahas Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

Munafri juga sempat mendapat perpanjangan tugas pada Oktober 2025 bersama Plt Direktur Keuangan, Nanang Sutarjo.

“Pertimbangan ini karena masa waktunya sudah selesai sehingga tidak bisa diperpanjang lagi,” ujar Munafri saat ditemui wartawa di Balai Kota Makassar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Senin (20/4/2026).

Setelah masa jabatan berakhir, pemerintah kota menunjuk Andi Syahrum Makkuradde sebagai Plt Direktur Utama PDAM, serta Andi Taufiq Aris sebagai Plt Direktur Umum.

BACA JUGA: Festival dan Olahraga hingga Konser Musik: HUT ke-23 Luwu Timur Disiapkan Lebih Semarak

Penunjukan ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan daerah.

Munafri menegaskan, pergantian kepemimpinan dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan tanpa mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Ia menyebut, Dewan Pengawas PDAM juga akan dilibatkan dalam masa transisi tersebut.

“Lalu kita akan masuk mengganti direksi ini dengan Dewas yang ada. Nah, dari situ kita akan memaksimalkan sehingga tidak ada proses layanan yang tidak berjalan,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan distribusi air masih menjadi tantangan utama PDAM Makassar, terutama terkait kebocoran pipa dan gangguan pada sistem pompa.

Menurutnya, direksi baru harus fokus pada perbaikan layanan, tidak hanya dari sisi manajemen perusahaan, tetapi juga memastikan distribusi air menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan utara kota.

“Inilah yang harus kita pastikan, ini menjadi tugas utamanya. Tidak hanya memperbaiki secara korporasi tapi memastikan layanan ini bisa menjangkau sampai di saudara-saudara kita yang ada di Utara,” tegasnya.

Munafri juga meminta adanya langkah antisipasi jika perbaikan infrastruktur belum berjalan optimal. Ia menekankan pentingnya skema cadangan agar layanan air bersih tetap terjaga.

“Kalau ini tidak bisa terjangkau, PDAM harus punya back up plan untuk memastikan air yang ada di Utara kota bisa selesai persoalannya,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini