Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bupati Bulukumba Ikuti Rakornas, Bahas Ancaman Kekeringan Lahan Pertanian

Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang digelar Kementerian Pertanian RI di Jakarta, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau 2026. (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Bupati Kabupaten Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang digelar Kementerian Pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

Dalam agenda nasional tersebut, Andi Muchtar Ali Yusuf atau yang akrab disapa Andi Utta, hadir bersama sejumlah kepala daerah dari Sulawesi Selatan.

Kehadirannya menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan strategi nasional dalam menghadapi potensi kekeringan pada 2026.

BACA JUGA: Dominasi SLBN 1 Bulukumba Berlanjut, Tiga Kali Juara Umum Wilayah VI Sulsel

Rakornas dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang memaparkan proyeksi kondisi iklim tahun 2026.

Dalam pemaparannya, disebutkan adanya kecenderungan musim kemarau yang lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal di berbagai wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian nasional.

BACA JUGA: Semarak Dies Natalis ke-59 UNCP, Dari Bakti Sosial hingga Panggung Kreativitas

Pemerintah pusat pun menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari optimalisasi pengelolaan irigasi, percepatan masa tanam, penggunaan varietas tahan kekeringan, hingga penguatan infrastruktur air melalui pompanisasi.

Menindaklanjuti hasil rakornas, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Langkah yang disiapkan antara lain pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi jaringan irigasi, serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Selain itu, pendampingan kepada petani juga akan ditingkatkan, terutama dalam penyesuaian pola tanam dan pemanfaatan teknologi pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini