Mahasiswa PGSD UNCP Jadi Duta Budaya di Forum Internasional, Tari Empat Etnik Tuai Apresiasi
LUWU UTARA, TEKAPE.co – Semangat melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkannya ke dunia internasional ditunjukkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).
Dalam ajang Global Cultural Immersion Program (GCIP) – International Sharing Session on Culture bertema “Exploring Luwu’s Culture Through The Lens of Moderation and Ecotheology”, mahasiswa PGSD UNCP tampil membawakan Tari Empat Etnik Sulawesi Selatan di hadapan peserta dari berbagai negara.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–14 Juni 2026 di kawasan wisata Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, itu menjadi ruang pertemuan budaya yang melibatkan peserta internasional dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui Tari Empat Etnik, mahasiswa PGSD UNCP memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang lahir dari keberagaman empat etnis besar, yakni Makassar, Bugis, Mandar, dan Toraja.
Gerakan tari yang harmonis dan sarat makna tersebut menggambarkan keberagaman yang hidup berdampingan dalam semangat persatuan. Penampilan itu tidak hanya menjadi hiburan bagi peserta, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya yang memperkenalkan identitas lokal kepada dunia.
Penampilan mahasiswa PGSD UNCP mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, S.IP., M.Si., serta peserta GCIP yang berasal dari sejumlah negara, antara lain Yaman, Sudan, Nigeria, Ghana, Bangladesh, Thailand, Suriah, dan Timor Leste.
Selain peserta internasional, kegiatan ini juga diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti UIN Palopo, UIN Alauddin Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Palopo, dan Universitas Bosowa Makassar.
Dekan FKIP UNCP, Dr. Padly, S.Pd., M.Pd., menilai keterlibatan mahasiswa PGSD dalam forum internasional tersebut menjadi bagian penting dari upaya kampus dalam membentuk calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan global tanpa kehilangan identitas budaya.
“Partisipasi mahasiswa PGSD UNCP dalam GCIP menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk mengembangkan keterampilan seni, komunikasi lintas budaya, serta kepercayaan diri dalam berinteraksi di forum internasional. Ini sejalan dengan visi Program Studi PGSD UNCP untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya.
Menurut Padly, pengalaman berinteraksi langsung dengan peserta dari berbagai negara menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya.
Sementara itu, koreografer Tari Empat Etnik, Sulaiman, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa tarian tersebut sengaja dirancang untuk merepresentasikan kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang beragam, namun tetap menyatu dalam bingkai kebangsaan Indonesia.






Tinggalkan Balasan