Banjir Terparah 2026 Rendam Lembang-Lembang, Warga Desak Perbaikan Tanggul
MASAMBA, TEKAPE.co – Banjir mengepung Desa Lembang-Lembang, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Luapan Sungai Rongkong yang dipicu hujan deras sejak Kamis (11/6/2026) malam, merendam permukiman warga dan memutus akses transportasi darat.
Warga menilai kondisi banjir kali ini diperparah oleh jebolnya tanggul di Desa Beringin Jaya yang hingga kini belum tertangani.
BACA JUGA: Ribuan Warga Padati Malili, Konser Repvblik Satukan Harmoni HUT ke-23 Luwu Timur
Air sungai mengalir tanpa hambatan ke kawasan permukiman dan menggenangi hampir seluruh wilayah Desa Lembang-Lembang.
Kepala Desa Lembang-Lembang, Arwis Ansar mengatakan, debit Sungai Rongkong mulai meningkat sejak malam hari sebelum akhirnya meluap ke permukiman warga pada dini hari.
“Situasi hari ini air sangat luar biasa deras dan kembali meluap ke permukiman warga. Ini akibat jebolnya tanggul di Desa Beringin Jaya yang sampai saat ini belum tertangani,” kata Arwis kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).
BACA JUGA: Bupati Bulukumba Minta Kadin Perkuat Peran, Dorong Investasi dan Akselerasi Ekonomi Daerah
Menurut Arwis, kerusakan tanggul menjadi faktor utama yang memperluas area genangan. Air dari Sungai Rongkong terus masuk ke desa dan merendam rumah-rumah warga.
“Kondisi itu menyebabkan banjir semakin meluas dan merendam hampir seluruh wilayah Desa Lembang-lembang,” ujarnya.
Ia menyebut banjir yang terjadi saat ini merupakan yang terparah sepanjang tahun 2026. Ketinggian air terus bertambah dan telah mendekati lantai rumah panggung milik warga.
“Rumah panggung tinggal sedikit lagi tersentuh air. Beberapa anak tangga rumah sudah terendam,” katanya.
Selain merendam permukiman, banjir juga melumpuhkan akses transportasi di desa tersebut.
Jalan yang sebelumnya dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat kini berubah menjadi hamparan air.
Warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
“Tidak ada lagi akses jalan yang bisa dilalui kendaraan motor maupun mobil. Semua harus menggunakan perahu,” ungkap Arwis.






Tinggalkan Balasan