Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Investasi Salah Satu Penunjang Pertumbuhan Ekonomi Luwu

PT Masmindo Dwi Area (MDA). (ist)

LUWU, TEKAPE.co – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mencapai 7,43 persen pada 2025, naik dari 4,36 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan 3,07 persen ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, didorong aktivitas investasi dan pembangunan, terutama di sektor konstruksi dan industri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Luwu menunjukkan sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi daerah. Namun, sektor industri dan konstruksi mulai meningkat. Pada 2025, sektor industri tumbuh 11,19 persen, sementara konstruksi berkontribusi 4,78 persen terhadap perekonomian.

Peningkatan ini sejalan dengan aktivitas sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Luwu, termasuk PT Masmindo Dwi Area di Kecamatan Latimojong yang masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2027.

Kepala Tim Ekonomi BPS Luwu, Ridwan, mengatakan aktivitas proyek tersebut masih tercatat sebagai sektor konstruksi karena belum memasuki tahap produksi.

“Karena belum pengolahan, aktivitasnya masih masuk konstruksi, sama seperti proyek pembangunan lainnya sebelum beroperasi penuh,” ujarnya di Kantor BPS Luwu, Belopa, Senin (6/4/2026).

Menurut dia, aktivitas konstruksi mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan daya beli.

“Tahun ini memang Masmindo dan sejumlah perusahaan lain menyerap banyak tenaga kerja. Kehadiran industri tambang sangat besar pengaruhnya, bahkan bisa jadi pertumbuhan ekonomi akan bergeser dari pertanian ke pertambangan,” katanya.

Secara makro, PDRB per kapita Luwu meningkat menjadi Rp63 juta. Namun, Ridwan mengingatkan pertumbuhan tersebut bergantung pada kesinambungan investasi.

“Investasi itu dihitung setiap tahun. Kalau konsisten meningkat, akan mendorong pertumbuhan. Tapi jika tahun depan tidak ada pembangunan lagi, tentu akan menurun,” ujarnya.

Sementara itu, Struktur Ekonomi Luwu 2025 masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 50,65 persen.

Meski demikian, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 32,39 persen, diikuti konstruksi 5,34 persen dan perdagangan 4,98 persen. Dari sisi kontribusi, pertanian tetap menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi.

Kepala Bapelitbangda Luwu, Moh Arsal, menyebut keberadaan investasi perusahaan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

“Salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi di sektor konstruksi dan industri pengolahan,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.

Di sisi lain, Kepala Bappenda Luwu, H. Sofyan Thamrin, menyebut investasi di Kabupaten Luwu berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui bertambahnya aktivitas ekonomi yang memperluas basis pajak dan retribusi, seperti PBB-P2, MBLB, serta sektor jasa.

“Kegiatan investasi di Kabupaten Luwu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui bertambahnya aktivitas ekonomi yang memperluas basis pajak dan retribusi, seperti PBB-P2, MBLB, serta sektor jasa (pajak makan dan minum, pajak listrik),” jelasnya.

Disamping itu, Kepala Teknik Tambang PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, mengatakan perusahaan berkomitmen memberikan kontribusi sejak tahap pembangunan.

“Meskipun saat ini kami belum  memasuki tahap produksi, namun  kami  meyakini bahwa kehadiran perusahaan  harus mulai memberi manfaat sejak  tahap pembangunan. Bagi kami, pajak merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam ikut mendorong kemajuan daerah. Apresiasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus  memberikan kontribusi terbaik bagi  Kabupaten Luwu,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini