Tekape.co

Jendela Informasi Kita

DPRD Bulukumba Sidak Sistem Kelistrikan RSUD Andi Sulthan, Soroti Gangguan Listrik

Komisi II DPRD Bulukumba saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) sistem kelistrikan di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, Selasa (28/4/2026). (ist)

BULUKUMBA, TEKAPE.co – Komisi II DPRD Kabupaten Bulukumba meninjau langsung sistem kelistrikan di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, Selasa (28/4/2026).

Peninjauan ini dilakukan setelah insiden pemadaman listrik yang sempat terjadi di rumah sakit tersebut beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi II DPRD Bulukumba, H. Muhdar, memimpin langsung inspeksi itu. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar sehari sebelumnya di DPRD Bulukumba.

BACA JUGA: Aktivis Temukan Dugaan Pelanggaran Upah di Bulukumba, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bulukumba, Kaspul BJ mengatakan, pihaknya ingin memastikan penyebab gangguan listrik yang terjadi di rumah sakit tersebut.

“Kita melakukan kroscek di rumah sakit dalam rangka memastikan bahwa proses kelistrikan di rumah sakit terjadi pemadaman karena memang ada trouble di luar kemampuan manajemen rumah sakit,” kata Kaspul saat sidak.

Menurut dia, sistem kelistrikan di rumah sakit, terutama pada objek vital, perlu mendapat perhatian serius. Ia mencontohkan ruang operasi yang membutuhkan suplai listrik tanpa gangguan.

BACA JUGA: Dorong Perluasan Layanan Air Bersih, Bupati Lutim Serahkan Ranperda Penyertaan Modal ke DPRD

“Seperti ruang operasi, itu perlu cadangan seperti UPS (Uninterruptible Power Supply),” ujarnya.

Selain itu, Kaspul menegaskan pentingnya memastikan seluruh perangkat pendukung, seperti genset, dapat berfungsi optimal saat terjadi pemadaman.

“Jadi hari ini kita memastikan bahwa seluruh alat misalnya genset berfungsi dengan baik apabila terjadi pemadaman,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar sistem jaringan listrik di rumah sakit dirancang ganda untuk mengantisipasi gangguan.

“Genset dan jaringan harus dirancang ganda, sehingga jika ada pengerjaan perbaikan arus listrik tidak memengaruhi suplai listrik di rumah sakit,” ucapnya.

Kaspul bahkan menyarankan agar pengelolaan sistem kelistrikan di rumah sakit diserahkan kepada pihak ketiga.

“Kemudian kita minta yang mengelola listrik rumah sakit untuk dipihak ketigakan saja, karena ini objek vital yang menyangkut nyawa manusia,” katanya.

Dalam sidak tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Bulukumba Muh. Ali Saleng, Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja dr. Rizal Ridwan Dappi, serta perwakilan dari PLN.

Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja, dr. Rizal Ridwan Dappi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan DPRD Bulukumba.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan layanan yang sempat terjadi.

“Kami atas nama direksi dan jajaran menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila ada pelayanan yang kurang nyaman pada saat pemadaman kemarin,” ujar Rizal.

Ia menegaskan pihaknya akan terus melakukan pembenahan guna meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.

Sebelumnya, aliran listrik di RSUD tersebut sempat padam pada Kamis, 23 April 2026, sekitar pukul 17.35 hingga 19.45 WITA.

Pemadaman itu awalnya direncanakan hanya berlangsung 15 hingga 20 menit untuk mendukung penyambungan instalasi jaringan listrik bagi pengoperasian peralatan operasi jantung di Gedung Perawatan Jantung Terpadu.

Namun, setelah proses penyambungan, terjadi gangguan pada panel pembagi listrik sehingga pemadaman berlangsung lebih lama, mencapai sekitar dua jam.

(Sakril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini