Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Hardiknas di Toraja Utara, Bupati Singgung Soal Isu ‘Jual Beli’ Jabatan Kepala Sekolah

Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Toraja Utara. (ist)

RANTEPAO, TEKAPE.co — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Toraja Utara tidak hanya menjadi ajang refleksi dunia pendidikan, tetapi juga diwarnai penegasan sikap tegas pemerintah daerah terkait isu sensitif di sektor tersebut.

Upacara yang digelar di Lapangan Bakti Rantepao, Jumat (02/05/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, bersama Wakil Bupati Andrew Brand Silambi’.

Kegiatan ini diikuti jajaran pemerintah, pelajar, serta tenaga pendidik dari berbagai jenjang.

Namun di balik suasana khidmat, sorotan publik tertuju pada isu yang berkembang terkait dugaan adanya praktik transaksi dalam pengangkatan kepala sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Frederik secara terbuka membantah keras tudingan tersebut.

Dia menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan dilakukan secara profesional dan berbasis kinerja, tanpa intervensi kepentingan tertentu.

“Tidak ada satu rupiah pun yang saya terima dalam proses pengangkatan kepala sekolah. Kalau ada yang mengatasnamakan saya atau membawa isu seperti itu, silakan laporkan langsung,” tegasnya, di hadapan peserta upacara.

Pernyataan ini sekaligus menjadi respons atas dinamika yang mencuat pasca pelantikan sekitar 300 kepala sekolah di Toraja Utara.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan upaya meningkatkan kualitas manajemen pendidikan.

Dia juga memastikan bahwa evaluasi terhadap para kepala sekolah akan dilakukan secara berkala, dengan indikator utama pada kinerja dan capaian di masing-masing satuan pendidikan.

“Tidak ada lagi ruang untuk praktik-praktik yang mencederai dunia pendidikan. Semua berbasis prosedur dan hasil kerja,” lanjutnya.

Bupati turut memberi pesan kepada para guru yang belum mendapat kesempatan menjabat sebagai kepala sekolah agar tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai pendidik, sembari terus meningkatkan kompetensi.

Di sisi lain, dalam amanat Hardiknas bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Bupati mengajak seluruh elemen untuk mengembalikan ruh pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.

Ia menekankan bahwa pendidikan harus dijalankan dengan ketulusan, tanggung jawab, serta nilai kasih sayang sebagaimana diwariskan oleh Ki Hadjar Dewantara.

Selain upacara, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan kepada sekolah berprestasi, pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta penyerahan dokumen kependudukan kepada masyarakat.

Sejumlah unsur Forkopimda, DPRD, pimpinan OPD, serta stakeholder pendidikan turut hadir dalam kegiatan tersebut. (Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini