Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Aktivis Temukan Dugaan Pelanggaran Upah di Bulukumba, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Ketua Partai Buruh Bulukumba, Muh Asdar Sakka. (ist)

BULUKUMBA, TEKAPE.co – Aktivis buruh di Kabupaten Bulukumba mendesak pemerintah daerah hingga tingkat provinsi memperketat pengawasan terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Desakan ini mencuat setelah ditemukan dugaan pelanggaran ketenagakerjaan, terutama terkait pembayaran upah dan jaminan sosial.

Ketua Partai Buruh Bulukumba, Muh Asdar Sakka mengatakan, masih ada perusahaan yang membayar pekerja di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP).

BACA JUGA: DOB Luwu–Toraja Menguat, Frederik Kalalembang: Perbaiki Pariwisata Jadi Kunci

Selain itu, ia menyoroti belum optimalnya pemenuhan kewajiban perusahaan dalam memberikan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Masih banyak perusahaan di Bulukumba yang menggaji karyawan di bawah standar UMP dan tidak menjamin BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Padahal para pekerja ini menghadapi risiko kerja yang tinggi,” ujar Asdar, Rabu (29/4/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan respons serius dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui inspeksi langsung ke perusahaan-perusahaan.

BACA JUGA: Masuk Tahap Finishing, Bupati Irwan Tinjau Gedung RSUD I Lagaligo

Selain persoalan upah, Asdar juga menyoroti praktik Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dinilainya kerap merugikan pekerja. Ia meminta pemerintah pusat turun tangan untuk menekan perusahaan agar tidak mudah melakukan PHK.

“Kami juga meminta pemerintah pusat agar menegaskan kepada perusahaan untuk tidak menerapkan PHK terhadap karyawan,” kata dia.

Asdar menilai Bulukumba memiliki potensi besar dalam penyerapan tenaga kerja, seiring pertumbuhan investasi dan kehadiran sejumlah perusahaan. Namun, keterbatasan lapangan pekerjaan masih menjadi persoalan, sehingga sebagian warga memilih merantau ke luar daerah.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah membuka ruang investasi yang lebih luas guna menciptakan peluang kerja baru.

Di sisi lain, aktivis dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria Bulukumba tengah mempersiapkan aksi memperingati Hari Buruh Internasional. Konsolidasi dilakukan untuk menyusun tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini