Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bupati Delis: Pendeta Harus Bersatu, Jangan Lagi Saling Menjatuhkan

Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi memberikan ucapan selamat kepada pengurus DPC API Kabupaten Morowali Utara usai dilantik di Gereja GPdI Anggur Baru, Beteleme. (ist)

Ia menyebut API dapat menjadi wadah untuk memperlengkapi para hamba Tuhan, meningkatkan kapasitas pelayanan dan kapasitas pribadi, sekaligus memperluas dampak pelayanan bagi masyarakat.

Delis juga mengaitkan semangat API dengan simbol api yang terus menyala dalam pelayanan.

“Para hamba Tuhan akan terus semangat melayani Tuhan dengan api yang berkobar-kobar, api yang terus menyala-nyala, melayani Tuhan di mana pun Tuhan panggil dan Tuhan tempatkan,” kata Delis.

Ia juga mengharapkan pengurus yang baru dilantik membangun kemitraan dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut dia, pemerintah dan para rohaniawan memiliki ruang kerja sama yang luas, khususnya dalam membangun masyarakat yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga sehat secara rohani.

Dalam kesempatan tersebut, Delis juga menyinggung dukungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara kepada para hamba Tuhan melalui pemberian insentif.

Ia mengatakan pemerintah daerah tetap memberikan insentif kepada para pendeta. Kebijakan tersebut, kata dia, dipertahankan meskipun pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal dan efisiensi anggaran.

“Walaupun kondisi keuangan daerah sekarang agak berat, insentif pendeta dan para imam tidak saya coret,” ujar Delis.

Ia menegaskan bahwa insentif tersebut bukan dimaksudkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan para pendeta, melainkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus bantuan untuk meringankan beban mereka dalam menjalankan pelayanan.

“Ini tidak mencukupi kebutuhan, tetapi paling tidak membantu meringankan beban para hamba Tuhan,” katanya.

Delis menilai kontribusi para rohaniawan penting dalam mendukung visi pembangunan daerah, terutama dalam membentuk masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

Menurutnya, makna sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi jasmani, tetapi juga kesehatan batin dan rohani. Demikian pula kecerdasan tidak semata-mata diukur dari kemampuan intelektual, melainkan juga kecerdasan spiritual.

Karena itu, pemerintah daerah, kata Delis, membutuhkan dukungan para pendeta dan rohaniawan dalam membangun kehidupan sosial masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini