BPTU-HPT Siborongborong Buka Dialog dengan Peternak dan Masyarakat
TAPUT, TEKAPE.co – Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Siborongborong menggelar Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, peternak, mitra, dan pemangku kepentingan.
Kegiatan itu berlangsung di Kantor BPTU-HPT Siborongborong, pada Jumat (21/8/2026). Forum tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, satuan pendidikan bidang peternakan, kelompok peternak, mitra pengembangan ternak, hingga media dan Lembaga Swadaya Masyarakat.
Berdasarkan Undangan Nomor 14005/TU.020/F.2.F/08/2026, Forum Konsultasi Publik tersebut mengacu pada UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, PP Nomor 96 Tahun 2012, serta PermenPAN-RB Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik.
BACA JUGA: Menjaga Budaya Kerja BRI dari Tentena, Morowali Gelar Brilian Culture Fest 2026
Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa setiap penyelenggara pelayanan publik wajib melaksanakan forum konsultasi publik sebagai bentuk peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
Kepala BPTU-HPT Siborongborong, Yude Maulana Yusuf, S.Pt., M.Si., mengatakan forum tersebut menjadi momentum bagi pihaknya untuk mengevaluasi pelayanan sekaligus menerima masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Menurut Yude, selama hampir dua setengah tahun berada di BPTU-HPT Siborongborong, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Karena itu, pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan secara bertahap sekaligus membangun kepercayaan masyarakat dan para mitra.
BACA JUGA: Padi Mulai Menguning, TNI Suplai Air ke Sawah yang Dilanda Kekeringan di Palopo
Yude juga menjelaskan bahwa pembenahan fasilitas di lingkungan BPTU-HPT Siborongborong saat ini lebih banyak dilakukan melalui perbaikan terhadap fasilitas yang telah ada. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan pelaksanaan kegiatan masih dilakukan dengan keterbatasan tempat.
Selain persoalan fasilitas, Yude mengakui kapasitas produksi ternak di BPTU-HPT Siborongborong masih terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan kepada masyarakat, termasuk ketika terjadi antrean dalam proses pelayanan maupun pemenuhan kebutuhan ternak.
“Untuk produksi kami memang masih sangat-sangat terbatas. Oleh karena itu, mohon maaf apabila dalam pelaksanaan pelayanan masyarakat harus mengantre. Memang kondisi kami seperti itu. Kami mohon kesabarannya, tetapi dari antrean tersebut biasanya akan ada urutan dan mekanisme pelayanan yang kami lakukan agar semuanya tetap berjalan tertib sesuai prosedur,” kata Yude kepada TEKAPE.co.
Di sisi lain, BPTU-HPT Siborongborong menyatakan keterbukaan informasi menjadi salah satu bagian yang terus didorong. Masyarakat dan mitra dapat mengakses informasi mengenai pelayanan, nomor layanan, media sosial, hingga berbagai informasi yang dipublikasikan melalui kanal resmi balai.
Kegiatan itu berlangsung bukan hanya sekadar sebagai agenda seremonial. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat bersama sejumlah pemangku kepentingan terlibat dalam dialog dan diskusi yang cukup alot mengenai berbagai persoalan di sektor peternakan.





Tinggalkan Balasan