Bakar Savana untuk Pakan Ternak, Api Malah Hanguskan 2.200 Pohon Cokelat di Seko
SEKO, TEKAPE.co – Kebakaran melanda lahan perkebunan warga di wilayah Kakea, Dusun Kampung Baru, Desa Padang Balua, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Sekitar 2.200 pohon cokelat milik sejumlah warga hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran terjadi pada Minggu (17/8/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
BACA JUGA: Solar Subsidi Diduga Diselundupkan ke Sulteng, PT SAP Didesak Diusut
Api diduga berasal dari pembakaran padang savana yang digunakan sebagai lokasi penggembalaan sapi dan kerbau warga, kemudian merambat hingga ke area perkebunan.
Salah seorang pemilik kebun, Akbar Palallo mengatakan, pembakaran rumput kering di lokasi penggembalaan sebenarnya telah menjadi kebiasaan warga saat musim kemarau.
Pembakaran dilakukan agar rumput kembali tumbuh dan menghasilkan tunas baru untuk pakan ternak.
BACA JUGA: Pria di Bulukumba Curi HP, Uang Korban Dipakai Top Up hingga Judi Online
“Pembakaran padang savana di lokasi penggembalaan ternak sudah sering dilakukan warga pada saat musim kemarau berkepanjangan agar tumbuh tunas-tunas baru untuk menjadi makanan ternak. Namun kali ini apinya merambat jauh dan menimbulkan kerugian bagi orang lain,” kata Akbar.
Akbar meminta kepolisian mengusut sumber api dan mengungkap pihak yang melakukan pembakaran.
“Kami sebagai warga pemilik kebun coklat berharap pihak yang berwajib atau kepolisian dapat mengungkap pelaku pembakaran yang merugikan kami dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum,” tegasnya.
Bhabinkamtibmas Seko, Aipda Forki Wijaya, membenarkan kebakaran tersebut.
Menurutnya, api yang membakar padang savana merambat ke perkebunan warga hingga menghanguskan tanaman cokelat.
“Benar bahwa telah terjadi kebakaran di padang savana tempat penggembalaan ternak yang merambat ke perkebunan warga dan menghanguskan kebun coklat beberapa warga sekitar,” ujar Forki, Jumat (21/8/2026).
Forki menyebut kejadian tersebut berpotensi memicu konflik antara warga yang memiliki kebun dan peternak. Karena itu, dia telah melakukan identifikasi di lokasi serta mengumpulkan keterangan dari warga.
“Peristiwa ini rawan menimbulkan perselisihan dan pertikaian antar warga pekebun dan peternak. Olehnya itu saya telah melakukan identifikasi di lokasi kejadian dan mengumpulkan informasi dari warga untuk kepentingan penanganan selanjutnya, agar para korban tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan akibat kerugian yang mereka alami,” jelasnya.
Polisi masih mendalami penyebab dan pihak yang diduga melakukan pembakaran. Warga juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan selama musim kemarau.
Polisi meminta warga yang menjadi korban maupun pihak terkait menahan diri dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri.
(Accy)





Tinggalkan Balasan