Padi Mulai Menguning, TNI Suplai Air ke Sawah yang Dilanda Kekeringan di Palopo
PALOPO, TEKAPE.co – Kekeringan mulai mengancam lahan persawahan warga di Kelurahan Takkalala, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Puluhan hektare sawah dilaporkan mengalami krisis air selama lebih dari sebulan.
Kondisi tersebut mulai berdampak pada tanaman padi milik petani. Tanaman yang rata-rata berusia 40-45 hari mulai menguning akibat minimnya pasokan air dan dikhawatirkan mati sebelum memasuki masa panen.
Melihat kondisi itu, Kodim 1403/Palopo turun tangan dengan mengerahkan kendaraan water tank untuk menyuplai air ke lahan pertanian yang terdampak.
BACA JUGA: 7,4 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Jember, Potensi Kerugian Negara Rp 7,2 M
Air disalurkan ke sejumlah titik persawahan guna mempertahankan kondisi tanaman padi agar tetap hidup. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu petani menyelamatkan tanaman hingga masa panen.
Danramil 1403-06 Wara, Kapten Inf Agus Purwono mengatakan, bantuan itu diberikan setelah pihaknya menerima laporan warga mengenai kekeringan dan berkurangnya debit air yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah.
“Kami setelah mendapat laporan dari masyarakat tentang kekeringan sawah karena kekurangan debit air, kami kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang kekeringan dengan menggunakan water tank,” kata Kapten Inf Agus Purwono.
BACA JUGA: Bupati Luwu Tinjau Sawah Kekeringan di Larompong, Serahkan Bantuan Pompa Air
Menurut Agus, kendaraan water tank yang selama ini digunakan untuk mendukung penanganan kebakaran juga dapat dimanfaatkan untuk membantu sektor pertanian saat terjadi kekeringan ekstrem.
Bantuan distribusi air, kata dia, tidak hanya menyasar persawahan di Takkalala. Kodim 1403/Palopo juga telah menerima laporan dari sejumlah wilayah lain yang membutuhkan pasokan air untuk lahan pertanian.
“Jadi kami dari pihak TNI Kodim 1403 Palopo, khususnya Koramil Wara dan Babinsa, menyisir sawah yang kekeringan agar dalam pembagian air,” ujarnya.
Penyisiran dilakukan untuk memastikan distribusi air menyasar lahan persawahan yang paling membutuhkan. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mencegah tanaman padi mengalami kerusakan lebih parah akibat kekeringan. (*)





Tinggalkan Balasan