Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Reses Firman Udding: Warga Minta Irigasi Dibenahi, Tenaga Kerja Diperkuat

Reses Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, di Desa Tarabbi, Jumat (14/8/2026). (ist)

MALILI, TEKAPE.co Persoalan masyarakat di Desa Tarabbi, Kecamatan Malili, tidak hanya soal jalan rusak, irigasi atau air bersih. Di tengah kebutuhan pembangunan dasar yang masih disuarakan warga, muncul satu persoalan lain yang tak kalah penting: kesiapan sumber daya manusia menghadapi persaingan kerja.

Hal itu terungkap dalam reses Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, di Desa Tarabbi, Jumat (14/8/2026).

Warga menyampaikan sejumlah kebutuhan mulai dari perbaikan irigasi untuk mendukung pertanian, penyediaan air bersih, mobiler sekolah, penataan halaman rumah ibadah, peningkatan jalan desa dan jalan tani, hingga pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU).

Namun, aspirasi warga tidak berhenti pada pembangunan fisik.

Masyarakat juga meminta pemerintah memperkuat program pelatihan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja.

Bagi Firman, kebutuhan tersebut harus dibaca sebagai pekerjaan rumah pemerintah daerah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan membangun infrastruktur.

“Di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif, masyarakat membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memperbanyak program pelatihan,” kata Firman.

Menurutnya, pembangunan harus berjalan beriringan. Infrastruktur dibenahi, tetapi masyarakat juga harus dipersiapkan agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang tumbuh di daerah.

Jangan Sampai Warga Hanya Jadi Penonton

Firman menilai peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi semakin penting seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan investasi di Luwu Timur.

Masyarakat lokal harus memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Tanpa peningkatan kapasitas, peluang kerja yang tersedia berpotensi lebih banyak diisi tenaga kerja yang memiliki kompetensi lebih siap.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah menyusun program pelatihan yang benar-benar berbasis kebutuhan lapangan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Pemerintah daerah diharapkan dapat memperbanyak program pelatihan,” ujarnya.

Aspirasi Infrastruktur Tetap Mendesak

Di sisi lain, Firman tidak mengabaikan persoalan pembangunan dasar yang masih menjadi keluhan warga Tarabbi.

Irigasi menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan aktivitas pertanian masyarakat.

Begitu pula kebutuhan air bersih, jalan desa, jalan tani dan PJU yang dinilai menyangkut aktivitas sehari-hari warga.

Fasilitas pendidikan dan rumah ibadah juga masuk dalam daftar aspirasi masyarakat.

Firman memastikan seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan perjuangan sesuai kewenangan DPRD dan kemampuan anggaran daerah.

Namun ia mengingatkan masyarakat bahwa setiap usulan pembangunan memiliki mekanisme dan tahapan yang harus dilalui.

Proposal yang lengkap dan layak menjadi salah satu bagian penting agar aspirasi dapat masuk dalam proses perencanaan pemerintah.

Reses Bukan Tempat Menjual Janji

Firman menegaskan, reses bukan momentum untuk sekadar menampung keluhan kemudian meninggalkannya sebagai catatan.

Baginya, reses adalah bagian dari tanggung jawab politik untuk memastikan suara masyarakat masuk dalam pembahasan pembangunan.

“Dari masyarakat kita mendengar, bersama masyarakat kita berjuang, dan untuk masyarakat kita bekerja,” ujarnya.

Ia mengatakan seorang wakil rakyat tidak cukup hanya hadir di ruang rapat.

“Bagi saya, menjadi wakil rakyat bukan hanya tentang hadir di ruang rapat, tetapi juga bagaimana kita hadir di tengah masyarakat. Kita perlu datang, berdialog, mendengar langsung, dan melihat kondisi yang sebenarnya,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini