Tekape.co

Jendela Informasi Kita

VIDEO: Lautan Cahaya Paskah di Rantepao, Iman Menyala di Tengah Dini Hari

Suasana kemeriahan pawai obor dalam rangka Hari Paskah di Toraja Utara, Minggu dini hari, 5 April 2026. (erlin/tekape.co)

DINI hari di Kota Rantepao, Minggu (5/4/2026), tak lagi sunyi. Gelap malam justru berubah menjadi lautan cahaya, ketika ribuan obor menyala dan bergerak perlahan di sepanjang ruas jalan kota.

Dari Jalan Monginsidi, Ahmad Yani, Andi Mappanyukki hingga kawasan Pacuan Kuda dan Bundaran Kandean Dulang, arus manusia mengalir tanpa putus.

Obor-obor yang digenggam anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, menciptakan panorama yang tak hanya indah, tetapi juga sarat makna.

Perayaan Paskah tahun ini terasa lebih semarak. Cuaca yang bersahabat membuat ribuan peserta dari berbagai jemaat dan klasis: Malanggo, Tallunglipu, Rantepao hingga Rantepasele, tumpah ruah memenuhi jalanan, menyatu dalam semangat iman yang sama.

Tak sekadar berjalan, pawai obor ini juga dihiasi beragam miniatur. Mulai dari salib, tongkonan, tedong-tedong hingga perahu, semuanya diterangi cahaya api yang berpendar, mempertegas simbol kehidupan, pengorbanan, dan harapan.

Di antara ribuan peserta, Sarlota, salah satu jemaat dari Malanggo, ikut larut dalam suasana sakral tersebut.

Baginya, pawai obor bukan hanya tradisi tahunan, tetapi momen refleksi iman.

“Di hari Paskah ini, kami berharap iman semakin kuat dan kami bisa menjadi murid Kristus yang setia,” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa kebangkitan Yesus Kristus menjadi pengingat bagi umat untuk terus berjalan dalam terang iman.

“Dengan kebangkitan Kristus, iman kita semakin diteguhkan untuk menjadi murid-Nya dan tetap setia,” tambahnya.

Sorak sukacita, doa, dan cahaya obor yang terus menyala menjadi gambaran nyata bagaimana Paskah dirayakan bukan hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai pengalaman spiritual yang hidup.

Di Toraja Utara, malam tak lagi gelap. Ia diterangi oleh iman yang menyala, dari obor-obor yang diangkat tinggi, hingga keyakinan yang tumbuh di dalam hati setiap umat. (Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini