Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Jelang Idul Adha 2026, Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Sulit Didapat

Ilustrasi warga antri tabung gas elpiji 3 Kg. (ai)

LUWU, TEKAPE.co – Sejumlah warga di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG 3 kilogram atau gas melon menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

Keluhan tersebut disampaikan warga pada Selasa (26/5/2026). Kondisi ini dikhawatirkan menyulitkan masyarakat karena kebutuhan rumah tangga meningkat menjelang hari raya.

Salah seorang warga, Feny, mengaku telah mendatangi beberapa tempat penjualan gas elpiji 3 kilogram, namun stok di pangkalan maupun pengecer selalu habis.

“Susah didapat, beberapa tempat jual tabung semua habis. Biar eceran di sini tidak ada juga,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Belopa, Arwan, mengatakan stok gas LPG 3 kilogram di wilayah Belopa dan Belopa Utara masih tersedia, namun harga di tingkat pengecer mengalami kenaikan.

“Kalau stok aman cuma harga sebelumnya di pangkalan biasa Rp20 ribu, sekarang di pengecer ada yang sampai Rp28 ribu sampai Rp30 ribu,” jelasnya.

Disdag Luwu Sebut Pasokan LPG Masih Normal

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Ruslang, menegaskan bahwa gas LPG 3 kilogram sebenarnya tidak mengalami kelangkaan.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha, sementara jumlah pasokan masih sama seperti hari biasa.

“Bukan langka, kebutuhan yang besar sedang pasokan tetap sama. Hari biasa masyarakat gunakan tabung satu selama rata-rata tujuh hari, menjelang lebaran (Idul Adha) tiga sampai lima tabung per satu atau dua hari,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ruslang mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan di SPBE Paccerekang dan memastikan distribusi LPG masih berjalan normal setiap hari.

“Sudah dipantau ke SPBE Paccerekang, pasokan tetap normal per harinya. Cuma kita sudah ingatkan pangkalan untuk lebih mengutamakan penggunaan oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan distribusi LPG ke pangkalan berjalan sesuai pola kerja sama masing-masing agen. Beberapa pangkalan menerima pasokan satu kali dalam sepekan, sementara lainnya dua pekan sekali.

“Jadi tetap normal pasokan per pangkalan dari agen. Ada yang satu kali seminggu dan ada yang satu kali dua minggu, tergantung agen apa pangkalan tersebut bermitra. Yang satu kali seminggu itu rata-rata punya 50 sampai 70 atau 80 tabung, sedangkan yang satu kali dua minggu rata-rata 100 tabung ke atas,” jelas Ruslang.

Meski pemerintah menyebut distribusi masih normal, warga berharap ada penambahan pasokan agar kebutuhan gas elpiji rumah tangga menjelang Idul Adha tetap terpenuhi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini