Teknologi Solar Dome Dryer Bantu Petani Rumput Laut di Luwu Atasi Kendala Pengeringan
Dengan pendekatan tersebut, teknologi yang diberikan diharapkan tidak sekadar menjadi bantuan fisik, tetapi benar-benar terintegrasi dalam aktivitas produksi kelompok.
Ketua Kelompok Tani Rumput Laut Subur Katonik, Darmiati, menyambut baik penerapan teknologi tersebut.
“Selama ini kalau hujan, rumput laut yang sedang dijemur harus segera ditutup dan kadang masih terkena air. Dengan adanya tempat pengering ini, kami lebih terbantu karena rumput laut tidak langsung terkena tanah, debu, atau hujan,” ungkapnya.
Diserahkan untuk Dikelola Kelompok
Setelah melalui proses pelatihan dan penerapan, Solar Dome Dryer diserahkan kepada Kelompok Tani Subur Katonik melalui berita acara serah terima.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Kelompok tani tidak hanya menerima fasilitas, tetapi juga mendapat tanggung jawab untuk menggunakan dan merawat teknologi tersebut dalam kegiatan pascapanen rumput laut.
Tim pelaksana yang terdiri dari Dr. A. Muhammad Yushan Patawari, S.Pi., M.Si., Baso Amir, S.P., M.Sc., dan Fajar Ramadhan, S.Pd., M.T., bersama mahasiswa pendamping, juga melakukan pendampingan terhadap penerapan teknologi di tingkat kelompok.
Pendampingan dilakukan agar anggota kelompok dapat menggunakan teknologi secara mandiri sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatannya.
Dari Pengeringan hingga Produk Bernilai Tambah
Penerapan Solar Dome Dryer menjadi salah satu bagian dari rangkaian pemberdayaan masyarakat yang lebih luas. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas budidaya, penanganan hama dan penyakit, pemantauan kualitas air, pengeringan, diversifikasi produk, hingga penguatan pemasaran.
Melalui rangkaian kegiatan itu, rumput laut diharapkan tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah. Produk tersebut juga didorong untuk dikembangkan menjadi olahan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.





Tinggalkan Balasan