Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Istri di Mannuruki Makassar

Polisi mengevakuasi jenazah perempuan berinisial ANA (24) dari rumah kos di Jalan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (14/6/2026) malam. Korban diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan suaminya sendiri. (ist)

MAKASSAR, TEKAPE.co – Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan perempuan berinisial ANA (24) yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Korban diduga dibunuh suaminya sendiri, S alias A (23), setelah cekcok rumah tangga yang berujung pada keinginan korban untuk berpisah.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu (14/6/2026) malam. Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar kos dengan luka tusuk di bagian leher.

BACA JUGA: Wanita Muda Tewas Digorok di Kos Makassar, Suami Diamankan Polisi

Tak lama setelah kejadian, pelaku meninggalkan lokasi. Tim Resmob Polda Sulsel kemudian menjemput pelaku di kawasan Jalan Sultan Alauddin sebelum membawanya ke Posko Resmob untuk diperiksa.

Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Wawan Suryadinata mengatakan pelaku telah mengakui perbuatannya saat menjalani interogasi.

“Pelaku menerangkan bahwa ia mengakui perbuatannya telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap istrinya dengan cara menusuk korban dikarenakan belakangan ini sering cekcok,” ujar Wawan kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan bahwa konflik rumah tangga pasangan tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Ketegangan memuncak ketika korban menyampaikan keinginannya untuk berpisah dari pelaku.

“Pelaku melakukan pembunuhan ini dikarenakan korban ingin pisah dengan alasan pelaku tidak ada pekerjaan tetap dan sering berbicara kotor kepada pelaku,” bebernya.

Polisi juga mengungkap detik-detik penyerangan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Saat itu korban disebut sedang duduk di dalam kamar ketika pelaku menyerangnya menggunakan badik.

“Korban sementara duduk kemudian pelaku menikam leher korban sehingga korban tergeletak dan tidak sadarkan diri. Kemudian pelaku membalikkan posisi badan korban menghadap ke bawah (tengkurap),” ucapnya.

Usai melakukan penikaman, pelaku diduga mencoba membangun kesan seolah dirinya sempat mendapat perlawanan dari korban.

Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan luka yang terdapat pada tubuh pelaku bukan berasal dari serangan korban.

“Luka yang terdapat ditubuhnya adalah hasil perbuatan sendiri. Setelah menikam korban pelaku meninggalkan tempat kejadian lalu bersembunyi di rumah keluarganya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT 1 RW 4 Kelurahan Mannuruki, M Muzakar (58), mengatakan pasangan suami istri tersebut merupakan warga pendatang yang mengontrak kamar di lokasi kejadian. Keduanya juga telah memiliki seorang anak.

“Dia kontrak rumah disini, belum cukup satu tahun dan mempunyai satu anak,” ujar Muzakar.

Meski tinggal berdekatan dengan warga sekitar, Muzakar mengaku belum mengetahui pasti persoalan yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut.

“Kalau masalahnya belum ada yang tahu sampai dibunuh karena tetangga kamar juga tidak ada mendengar kalau terjadi pembunuhan,” lanjutnya.

Menurut informasi yang diterimanya, korban diketahui bekerja di program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara pekerjaan suaminya tidak diketahui secara pasti.

“Suaminya saya tidak tahu kerja di mana, tapi kalau ini korban menurut informasi dia bekerja di MBG. Kalau untuk posisinya sebagai apa kita tidak tahu,” bebernya.

Saat ini pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus melengkapi berkas penyidikan untuk proses hukum berikutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini